Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Warga Panca Marga Tubaba Ramai-ramai Segel 2 Tower BTS, Kenapa Ya?

323
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Warga Panca Marga Tubaba ketika beramai-ramai menyegel dua tower milik Indosat dan XL karena diduga menjadi pemicu kerusakan pada alat elektronik di rumah mereka. Foto : Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat- Akhirnya, warga di Tiyuh Panca Marga Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengambil langkah tegas yaitu menonaktifkan aktivitas dua unit Menara Telekomunikasi atau Base Transciever Station (BTS) masing-masing pemancar signal milik Indosat dan XL.

Tindakan tersebut diputuskan oleh warga lantaran pihak manajemen tower dituding tidak kooperatif dan ingkar janji atas kerusakan barang elektronik warga yang diakibatkan oleh sambaran petir diduga dampak dari keberadaan kedua tower tersebut. Kegiatan ini juga disaksikan oleh aparatur tiyuh setempat sekitar pukul 14.30 wib, Senin (4/1/2019).

“Dinonaktifkan Warga Panca Marga melalui pengurus tower tersebut yaitu dengan mematikan termis tower. Tadi ada juga aparatur Tiyuh,” ungkap warga.

Sebelumnya, Warga di Tiyuh Panca Marga Kecamatan Batu Putih Kabupaten Tubaba mengaku kesal atas tindakan manajemen Menara Telekomunikasi yang terkesan menghindar dari tanggung jawab dan telah ingkar janji.

“Masyarakat geram dan akhirnya melakukan penyegelan 2 tower di Tiyuh Panca Marga. Kami masyarakat Tiyuh Panca Marga ini menjadi korban efek dari tower tersebut,” ungkap Samsi, Tokoh Masyarakat Tiyuh Panca Marga, Senin (4/2/2019).

Usman, Ketua RT setempat membenarkan akan dilakukannya tindakan penyegelan tower lantaran informasi yang ia dapatkan bahwa pihak tower terkesan buang badan.

“Penyegelan tower tersebut di picu karena belum ada ganti rugi dari pihak tower atas kerusakan barang elektronik warga,” terangnya.

Karena, menurut Usman, permasalahan tersebut sudah lama terjadi bahkan aparatur Tiyuh sudah sempat meredam warga dengan melakukan musyawarah di Balai Tiyuh.

“Sudah dilakukan rapat di balai tiyuh, pada¬† hari Selasa, 27 Januari 2019 lalu yang di hadiri masyarakat, Bhabinkamtibmas, Kepalou tiyuh, dan korban dampak tower tersebut,” tutur dia.

Dan dari pihak tower tersebut, sambung dia, sudah ada konfirmasi kepada Haji Wakidi dan Warso yang berketempatan tower tersebut, bahwasanya dari pihak tower  akan datang pada hari Sabtu, tanggal 2 February 2019.

“Teryanta kami tunggu-tunggu sampai sekarang belum ada konfirmasi dari pihak tower, makanya masyarakat geram dan menyegel 2 tower tersebut,” tegasnya.

“Maka dari itu masyarakat akan menyegel tower tersebut, supaya, dari pihak tower akan segera datang dan mengganti rugi alat alat elektronik yang rusak,” tambah dia.

Sementara, Kepalou Tiyuh Panca Marga, Darwani menghimbau kepada masyarakat agar, tetap bersabar. “Dan jangan sampai terjadi tindakan anarkis, semua bisa diselesaikan secara bermusyawarah,” himbaunya. (Irawan/Bas/Lucky)

 

 

Facebook Comments