Pemkab Tubaba Matangkan Rencana Pembangunan Monumen Minak Pati Pejurit Hidayatullah

1060
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
Perwakilan Dinas PUPR Tubaba bersama Tim Arsitek saat pematangan lokasi bakal dibangun Monumen Minak Pati Pejurit Hidayatullah di Perempatan Jalan Unit 6 Tiyuh Kibang Budijaya Kecamatan Lambu Kibang, Minggu (10/2/2019). Foto: Doc Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat –¬†Menurut sejarah dari tokoh-tokoh Tiyuh Pagar Dewa keberadaan Makam Minak Pati Pejurit Hidayatullah di tengah tiyuh tersebut salah satu bukti keberadaan Kerajaan Tulangbawang kala itu.

Selain sebagai seorang Raja Tulangbawang yang diturunkan dari ayahnya Tuan Rio Mangkubumi, Minak Pati Pejurit Hidayatullah juga merupakan wali Allah yang merupakan salah satu pahlawan Islam di Provinsi Lampung bahkan di berbagai belahan dunia sehingga makam beliau menjadi tujuan wisata religius bagi umat muslim.

Untuk tetap mengenang jasa-jasanya, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) saat ini tengah mematangkan persiapan rencana pembangunan Monumen Minak Pati Pejurit Hidayatullah yang akan dibangun di tengah-tengah perempatan jalan Unit 6 Tiyuh Kibang Budijaya Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tubaba.

Dalam rangka pematangan rencana pembangunan Monumen tersebut, Pemkab Tubaba melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama dengan arsitek bangunan dari Provinsi Bali I Wayan Winten bersama tim melakukan pemetaan di lapangan.

“Monumen Minak Pati Pejurit Hidayatullah akan segera dibangun di Perempatan Jalan Unit 6 Tiyuh Kibang Budijaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tubaba ini,” ungkap Iwan Mursalin Kepala Dinas PUPR Tubaba melalui Kasinya¬†I Wayan Sudiartana di lokasi Perempatan Jalan Unit 6, Minggu (10/2/2019).

Wayan menjelaskan, untuk dimulainya pembangunan sendiri menunggu kesiapan Pemkab Tubaba. Namun, secara teknis pihaknya memastikan akan melakukan pelebaran jalan terlebih dahulu.

“Pelebaran jalan terlebih dahulu selebar 12 meter, agar nanti langsung terlihat monumen tersebut, dan ini nantinya akan menjadi jalan lingkar atau bundaran. Kemudian dengan dilebarkannya jalan untuk mempermudah proses pembangunan dan juga akses pengguna jalan tidak terganggu,” ujarnya.

Secara bersamaan, I Wayan Winten, Arsitek asal Provinsi Bali mengatakan bahwa, Monumen sendiri akan dibangun satu badan penuh. Sementara, detail ukuran setinggi 6 meter, ditambah lagi tiang pancang atau penyangga dari tanah ke kaki monumen atau pijakan kaki setinggi 3 meter.

“Nantinya kita usul warna putih penuh kemudian kalau ornamennya mau disentuh ya mungkin corak emas. Yang jelas bentuknya masih digarap, nanti kita pelajari akriliknya dari ketokohannya. Untuk lingkar dari garis tengah selebar 6 meter,” jelasnya. (Irawan/Bas/Lucky)

Tanggapan Anda: