Pemilu 2019, Sebanyak 8.920.495 Surat Suara Masuk Lampung

31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Sebanyak 7 kabupaten di Provinsi Lampung telah menerima surat suara untuk Pemilu 2019. Total surat suara yang diterima sejumlah 8.920.495 lembar.

Surat suara akhir yang masuk adalah ke Kabupaten Lampung Utara pada Minggu (10/2/2019) sebanyak 2.254.365 lembar surat suara. Sebelumnya, di Pesisir Barat sebanyak 576.951 lembar surat suara, Lampung Barat 1.085.867 lembar, Way Kanan 1.736.252 lembar, Tulangbawang Barat 1.007.025 lembar, Tulangbawang 1.471.293 lembar dan Mesuji sebanyak 788.742 lembar surat suara.

Kasubag Umum dan Logistik KPU Lampung, Jumadi Ahmad mengatakan, untuk surat suara di Kabupaten Tanggamus akan tiba pada hari ini Selasa (12/2/2019).

“Sebagian memang sudah sampai, tapi sampai saat ini masih proses cetak dan masih ada yang di perjalanan,” jelasnya, Senin (11/2/2019).

Jumadi menerangkan, jumlah 8.920.495 lembar surat suara yang masuk masih cukup jauh, dibandingkan total jumlah suar suara yang akan dikirim Konsorsium PT Aksara Grafika Pratama ke Provinsi Lampung. Rencananya, PT Aksara Grafika Pratama akan mencetak sebanyak 30.979.165 lembar surat suara untuk 5 jenis pemilihan di Provinsi Lampung.

Jumadi juga memastikan, jumlah surat suara yang saat ini sudah diterima, dipastikan belum sesuai dengan jumlah pemilih yang ada di Provinsi Lampung. Pasalnya, saat ini pencetakan surat suara masih menggunakan data pemilih sementara (DPS).

Padahal KPU telah menetapkan penyempurnaan data daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) tahap dua sebagai daftar DPT untuk Pemilu 2019, dan jumlahnya lebih banyak dari DPS.

“Iya konfirmasi dari KPU RI, pencetakan suara masih menggunakan data DPS bukan DPTHP tahap 2. Jadi dapat sipastikan baik surat suara maupun logistik akan mengalami kekurangan. Namun itu dapat dipastikan selesai pada bulan Maret mendatang,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU Provinsi Lampung Nanang Trenggono mengatakan, pengiriman surat suara masih berproses, maka KPU kabupaten/kota masih terus memantau kedatangan surat suara. Untuk memaksimalkan waktu, Nanang menyarankan KPU kabupaten/kota mulai mensortir surat suara agar nantinya jika ditemukan kekurangan atau kerusakan bisa segera dilaporkan.

“Kalau surat suara sudah sampai, tanda terima dihitung dahulu pas atau kurang. Kalau sudah ada buatkan berita acaranya, barulah setelah dicatat bisa langsung disortir. Perintah sekjen sepanjang sudah ada tanda terima dan jumlahnya sama, bisa melakukan pensortiran,” terangnya. (Sule)

Tanggapan Anda: