Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Badan Jalan di Lambar Tertimbun Longsor

152
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sejak Sabtu sore, (16/02) mengakibatkan sejumlah badan jalan tertimbun longsor. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sejak Sabtu sore (16/02/2019) mengakibatkan sejumlah badan jalan tertimbun longsor. Camat sumber jaya, Agus Supriyatna mengatakan bahwa ada lima titik longsor di sepanjang jalan Bukit kemuning-Liwa, mulai dari Pekon (Desa) Simpang Sari hingga Kawasan Rest Area Kacamatan Sumberjaya.

Sedangkan salah seorang warga setempat, Radianto mengatakan longsor terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB sehingga mengakibatkan badan jalan tertutup material longsor dan jalan hanya bisa di lewati kendaraan roda dua saja.

“Selain menutupi sejumlah ruas jalan longsor juga menimbun sebagian rumah warga, seperti rumah milik Suroso tertimpa di bagian dapur dan rumah Rudi sebagian rumahnya terbawa longsor,” ungkapnya.

Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sejak Sabtu sore, (16/02) mengakibatkan sejumlah badan jalan tertimbun longsor. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Sedangkan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Gison Sihite ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pembersihan dengan peralatan seadanya dengan dibantu masyarakat dan aparat dari TNI dan Polri.

“Saya baru tiba di lokasi siang ini, tapi tim kita (BPBD) sudah terlebih dahulu berada di lokasi. Atas kejadian ini sudah kita laporkan dengan pihak dinas PU agar bisa segera menurunkan alat berat, karena material longsor cukup besar jadi harus menggunakan alat berat,” kata Gison.

Mantan Kadis Sosial kabupaten Lambar ini mengatakan di titik longsor sudah bisa di lalui kendaraan roda empat tapi pihaknya menginbau untuk berhati hati dan harus secara bergantian karena masih sempit, sedangkan untuk kendaraan besar belum bisa melintas.

“Untuk kendaraan besar kami menghimbau untuk sementara agar menggunakan jalur alternatif di Kecamatan Air Hitam dan kebun Kecamatan Tebu. Karena walaupun bisa dilalui untuk kendaraan kecil saja masih agak sulit,” pungkasnya. (Iwan)

Facebook Comments