Dinas Sosial Sosialisasi Hasil Penelitian Efektivitas Bantuan Sarling dalam Pemberdayaan Warga Miskin

50
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sekkab Budiman memberi sambutan dalam Sosialisasi Efektifitas Bantuan Sarling, Kamis (7/1/2019). Foto: Manalu/Kupas Tuntas.

Kupastuntas.co, Pringsewu – Salah satu kebutuhan yang harus terpenuhi adalah sarana dan prasarana lingkungan yang mendukung pola kehidupan bermasyarakat dengan mengedepankan asas gotong-royong dalam pemanfaatannya.

“Guna mewujudkan maksud tersebut di atas, sejak tahun 2015, Kementerian Sosial RI melalui Direktur Penanganan Fakir Miskin Perdesaan telah mengalokasikan anggaran bantuan Rehabilitasi Sosial Sarana Lingkungan (RS SARLING) di Kabupaten Pringsewu sebanyak 5 titik,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu, Budiman mewakili Bupati Pringsewu, Hi. Sujadi dalam sambutan membuka Sosialisasi Hasil Penelitian Efektivitas Bantuan Sarling dalam pemberdayaan warga miskin perdesaan di kabupaten Pringsewu tahun 2019 di Ball Room Hotel Urban style Pringsewu, Kamis (7/2/2019).

Menurut Budiman, permasalahan kesejahteraan sosial masih cukup besar bahkan kompleksitas dan sebenarnya semakin meluas. Mereka mengalami hambatan dalam melaksanakan fungsi sosial serta tidak dapat menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat, yang disebabkan antara lain belum terpenuhinya hak atas kebutuhan dasarya secara layak.

“Program bantuan RS-Sarling ini sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan di mana kelompok fakir miskin itu bermukim yang cenderung lingkungannya kurang sehat dan kumuh. Misalnya sarana got atau jalan setapak yang becek, sarana air bersih yang terbatas, dan tempat pembuangan sampah yang tidak baik, ” kata dia.

Menurutnya, kebijakan yang ditetapkan bahwa lokasi bantuan sarana lingkungan ini dilaksanakan pada lokasi atau wilayah di mana dilaksanakan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni.

“Penentuan lokasi dan jenis sarana lingkungan dilakukan berdasarkan hasil musyawarah masyarakat yang dipandu oleh kepala desa dan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama,” ucap Budiman.

Dijelaskan Budiman, Pada tahun 2018 lalu, tim dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Kementerian Sosial RI melakukan penelitian terkait manfaat atau efektivitas program sarana lingkungan yang bersumber dari Kementerian Sosial RI di dua tempat di Indonesia, yakni di Kabupaten Goa Provinsi Sulawesi Selatan dan di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Hal tersebut tentunya merupakan apresiasi tersendiri bagi Kabupaten Pringsewu yang menjadi salah satu lokasi penelitian.

“Hasil Penelitian tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi stake holder terkait, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah, dan Kabupaten Pringsewu tentunya, dan semua pihak yang berkepentingan terhadap upaya penanggulangan kemiskinan. Selain itu dapat menjadi stimulan di daerah, sehingga program-program sejenis dapat ditingkatkan melalui OPD-OPD terkait, sehingga membawa dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pringsewu, Bambang Suhermanu dalam sambutnya mengatakan bantuan Sarana Lingkungan melibatkan partisipasi penduduk miskin dalam proses perencanaan, dan merealisasikan bantuan sosial sesuai dengan kebutuhan.

“Didasari dengan semangat gotong-royong dan nllai-nilai kesetiakawanan sosial masyarakat sehingga akan menumbuhkan rasa memiliki (Handarbeni) dan menjaga agar kemanfaatannya dirasakan oleh seluruh penduduk. Bantuan sarana lingkungan dilandasi juga dengan pemberdayaan masyarakat, agar masyarakat mampu memecahkan masalah dengan segala potensi yang ada pada lingkungannya, ” kata dia.

Dikatakan Bambang, maksud dan tujuan dilaksanakan sosialisasi ini untuk membangun kemitraan lintas sektoral untuk keberlanjutan dan pengembangan program Sarling.

“Selain itu juga untuk mempererat jalinan silaturahmi antara B2P3KS Kementerian Sosial RI dan Pemkab Pringsewu. Kemudian juga menyatukan unsur Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang ada di masyarakat sebagai Pilar Pilar Usaha Kesejahteraan Sosial,” tandasnya.

Adapun Sosialiasi menghadirkan 3 orang narasumber B2P3KS Yogyakarta dan 3 orang Dinsos Pringsewu yang diikuti peserta berjumlah 20 orang dari perwakilan OPD terkait dilingkungan Pemkab Pringsewu, aparatur pekon dan tokoh masyarakat. (Manalu)

 

Tanggapan Anda: