Ini Alasan AS Pilih Vietnam Sebagai Tempat Pertemuan Kedua Trump-Kim Jong Un

15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Presiden Trump dan Presiden Korut Kim Jong Un saat bertemu beberapa waktu yang lalu di Singapura. Foto : CNBC.com

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Amerika Serikat membeberkan alasan memilih Vietnam sebagai tuan rumah pertemuan kedua antara Presiden Donald Trump dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Robert Palladino, mengatakan bahwa salah satu alasan mendasar pemilihan lokasi tersebut adalah karena sejarah AS-Vietnam dapat “merefleksikan kemungkinan perdamaian dan kesejahteraan.”

“Kami melalui konflik dan divisi menuju kerja sama berkembang yang kami nikmati saat ini,” ujar Palladino sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (7/2).

Sebelumnya, sejumlah pengamat juga mengatakan bahwa pemilihan tempat ini merupakan salah satu cara AS untuk menunjukkan kepada dunia perbaikan hubungan dengan Vietnam setelah perang pada medio 1970-an.

Selama Perang Vietnam, lebih dari 58 ribu warga AS tewas dalam operasi invasi dan sekitar tiga juta nyawa orang Vietnam melayang sebelum konflik tersebut berakhir pada 1975.

Sejak perang berakhir, AS dan Vietnam terus mempererat hubungan. Melalui pemilihan lokasi ini, AS juga dianggap ingin unjuk gigi di depan China di tengah perang dagang di antara kedua negara.

Peneliti dari Institut Asan untuk Studi Kebijakan di Seoul, Cheon Seong Whun, mengatakan bahwa Trump dapat menggunakan Vietnam untuk “memberi isyarat kepada Beijing bahwa Korea Utara tidak ada di genggaman mereka. Kami memiliki penyeimbang terhadap pengaruh China di kawasan ini.”

Vietnam juga dianggap sebagai salah satu negara Asia Tenggara yang cerdik berdiplomasi dan memiliki relasi baik dengan Korut.

Bagi Vietnam sendiri, menjadi tuan rumah pertemuan Kim dan Trump dapat membawa keuntungan. Vietnam sangat ingin menunjukkan kedudukan dipolmatiknya di kancah global setelah menggelar KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada 2017 dan pertemuan Forum Ekonomi Dunia regional tahun lalu.

Menurut analis kebijakan di Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew, Vu Minh Khuong, menjadi tuan rumah pertemuan bergengsi semacam ini dapat meningkatkan “status Vietnam di komunitas internasional, yang membantu negara itu menarik pariwisata dan investasi asing.” (cnn)

Tanggapan Anda: