Masyarakat Kampung Gunung Sangkaran Tuntut PT Bumi Madu Mandiri Berhenti Beraktivitas

106
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kuasa Hukum Kampung Gunung Sangkaran Eeng Saputra, menyerahkan surat teguran kepada Satpam PT BMM. Foto: Sandi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Waykanan – Masyarakat Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan menuntut Perusahaan PT Bumi Madu Mandiri (BMM) untuk menghentikan segala kegiatan dan Operasional di atas tanah Ulayat Kampung Gunung Sangkaran, Senin (11/2/2019).

Kordinator sekaligus Kuasa Hukum Kampung Gunung Sangkaran Eeng Saputra, mengatkan Masyarakat adat Gunung Sangkaran akan menduduki paksa dan menutup akses jalan menuju perusahaan BMM. Pendudukan paksa akan mereka lakukan dikarenakan sebagian areal BMM berada di atas tanah Ulayat Gunung Sangkaran atau tanah nenek moyang.

Dalam hal ini melalui surat kuasa yang di peroleh dari tokoh ada Gunung Sangkaran Hasmin Gelar Raja Sembilan, Berdasarkan Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) nomor:54 tahun 2010.SK.KA.BPN.Menteri Agraria no.42/HGU/BPN.RI/2010 PT Bumi Madu Mandiri. Berdasarkan surat HGU PT BMM hanya memperoleh lokasi di Kampung Gunung Sagkaran dan Kampung Tanjungraja Giham Kecamatan Blambangan Umpu, bukan di atas tanah Ulayat Gunung Sangkaran atau tanah nenek moyang,”terangnya.

Eeng, melanjutkan, kenyataan nya di lapangan PT BMM juga beraktivitas di atas tanah wilayah adat Gunung Sangkaran, yang berbatasan langsung dengan tanah adat Kampung Tanjung Raja Giham dan tanah adat Kelurahan Blambangan Umpu tampa ada nya penyerahan dari tokoh adat Gunung Sangkaran.

“Padahal sudah jelas Kampung Gunung Sangkaran bukan merupakan area HGU PT BMM, oleh sebab itu masyarakat dan tokoh adat memerintahkan agar PT BMM dapat segera menghentikan segala kegiatan dan Operasional di atas tanah Ulayat Kampung Gunung Sangkaran. Yang berbatasan langsung dengan Kampung Tanjung Raja Giham dan Kelurahan Blambangan Umpu,”terangnya.

Eeng, menambahkan Namun apa bila PT BMM tidak mengindahkan peringatan masyarakat dan tokoh adat maka masyarakat akan melakukan pendudukan paksa di area, yang berada di atas tanah Kampung Gunung Sangkaran.

Di karenakan PT BMM pada tahun 2010 hanya memberikan kompensasi dana pembukaan portal sebesar Rp150.000.000, bukan dana pembebasan lahan tanah Ulayat Kampung Gunung Sangkaran yang mana seharusnya dilakukan oleh pihak perusahaan PT BMM bila ingin melakukan aktivitas perkebunan sawit,” terangnya.(Sandi)

Tanggapan Anda: