Menghadapi Perubahan Digitalisasi, Media Massa Butuh Wartawan Profesional

32
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara ketika membuka acara Konvensi Nasional Media Massa, di Hotel Sheraton, Surabaya, Jawa Timir, Jumat (8/2/2019). Foto: Sarnubi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Surabaya – Menghadapi perubahan digitalisasi media massa hanya perlu penguatan wartawan yang memiliki wawasan serta daya saing dalam menyajikan informasi sesuai fakta agar tidak kalah akurat dibandingkan media sosial.

Sebagaimana dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara ketika membuka acara Konvensi Nasional Media Massa, yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo, Ketua Umum PWI Atal S Depari, serta para tokoh pers seperti Bagir Manan, dan Gubernur Jawa Timur,  Soekarwo, yang berlangsung di Hotel Sheraton, Surabaya, Jumat (8/2/2019).

“Menghadapi digitalisasi ini, media massa perlu tenaga profesional, untuk itu dewan pers telah melakukan uji kompetensi wartawan agar pelaku media massa bisa bersaing dan menyajikan informasi-informasi yang lebih akurat dari pada media sosial,” kata Rudiantara.

Senada juga dikatakan Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo, hingga dengan saat ini jumlah media massa lebih dari 47 ribu media massa, namun baru terverifikasi oleh dewan pers baru sekitar 4 ribuan media.

“Undang-undang memang memperbolehkan perbuatan media massa. Indonesia saat ini adalah negara yang paling banyak media massa, dan saat ini dari 47 ribu media massa ini 43 ribu lainnya belum terdaftar di dewan pers,” ungkap Yoseph Adi Prasetyo.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengungkapkan terimakasih atas kesempatan peringatan Hari Pers Nasional pada tahun 2019 ditempatkan di daerahnya. Karena menurut dia, dengan terlaksananya berbagai rangkaian kegiatan dalam HPN 2019, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur berkesempatan menerima kunjungan perwakilan wartawan dari daerah lain dan tamu dari negera tetangga dalam kegiatan tersebut.

“Di Surabaya, banyak hotel-hotel dan rumah-rumah makan yang penuh karena menerima kunjungan. Untuk itu saya sampaikan ungkapan terimakasih kepada panitia pelaksana HPN 2019 yang telah menjadikan Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur sebagai tempat pelaksanaan HPN,” ujar Soekarwo. (Sarnubi) 

Tanggapan Anda: