Presiden akan Menaikkan Harga Tebu dan Memberikan Bantuan ke Petani Harmonis Siaga Putra

59
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan – Kabar baik bagi petani tebu. Pemerintah pusat akan menaikan harga tebu dan membantu para kelompok tani tebu. Kabar tersebut disampaikan oleh pemerintah pusat kepada Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Raja Pemuka Manis (KPTR RPM) juga Pengurus APTRI Provinsi Lampung yang diundang langsung oleh Bapak Presiden Jokowi ke Istana Negara RI, Jumat (8/2/2019).

Kenaikan harga tebu rakyat merupakan hal yang dinanti oleh para petani tebu di Indonesia termasuk di Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Way Kanan.

“Sesuai janji Presiden RI kepada kami Insaallah satu minggu lagi Pak Jokowi akan mengundang kami ke Istana Negara, hanya tim kecil aja yang dibentuk untuk menyampaikan hasil yang diinginkan oleh petani tebu di seluruh Indonesia,” terang Harmonis Siaga Putra Ketua KPTR RPM.

Harmonis, melanjutkan semua permasalahan kelompok tani Tebu Rakyat di provinsi Lampung khususnya Kabupaten Way Kanan selama tiga tahun terakhir ini akan kami sampaikan lagi secara detail ke Presiden dalam pertemuan lanjutan nanti di Istana Negara RI.

Harmonis Siaga Putra (tiga dari kiri depan). Foto: Ist/Kupastuntas.co

“Mudah-mudahan kendala dan hambatan untuk memajukan KPTR RPM akan teratasi, terutama masalah bantuan untuk kelompok tani tebu rakyat yang selama ini selalu ada miskomunikasi antara KPTR RPM dengan dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan. Kami berharap Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan, bisa bersinergi dengan kami pengurus dan kami meminta agar semua kelompok tani yang diusulkan itu dalam satu wadah koperasi KPTR RPM.,” ujar Harmonis.

Harmonis juga berharap Pemerintah tidak membuat kelompok tani menjadi liar sehingga mudah nantinya untuk dikontrol dengan pemerintah daerah, seperti yang kami ketahui saat ini pak Alvian Kabid Dinas Perkebunan Waykanan sudah merekap usulan ke pusat 37 Kelompok tani dan kami cek tidak ada kelompok tani binaan KPTR Raja Pemuka Manis.

Ini dipastikan akan menimbulkan masalah kecemburuan sosial nantinya di kalangan petani yang sama sekali belum pernah mendapatkan batuan itu, harapan kami 37 kelompok tani tebu tersebut dikaji ulang dan duduk satu meja kembali untuk mencari solusinya,” terangnya. (SANDI)

Tanggapan Anda: