Tim Ditjen Imigrasi Segera Tinjau Kebutuhan Alat Keimigrasian Bandara Radin Inten II

45
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bandara Radin Inten II di Lampung Foto : Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –┬áSebagai upaya untuk melengkapi peralatan keimigrasian di bandara internasional Radin Inten II, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dalam waktu dekat akan mengerahkan timnya guna meninjau segala kebutuhan dari bandara tersebut.

Hal itu terungkap saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung audiensi dengan Ditjen Imigrasi terkait dengan persiapan keimigrasian Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional, di ruang Dirjen Imigrasi, Lt. 8 Jl. H. R. Rasuna Said No.X-6.8 Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung, Taufik Hidayat mengatakan, Ditjen Imigrasi mengaku siap untuk menunjang peralatan yang mereka miliki. Dalam tinjauannya nanti akan melihat penataan ruang serta sarana dan prasarana yang perlu dipenuhi.

“Mereka akan membantu apa saja yang perlu dibantu untuk operasional bandara internasional. Intinya pak Ditjen siap, sehingga dalam waktu dekat timnya akan segera ke Lampung. Prinsipnya mereka membantu untuk mencarikan solusi tentang apa yang saat ini masih terkendala,” ujar Taufik saat diwawancara Kupastuntas.co lewat sambungan telepon, Senin (11/2).

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qudrotul yang juga ikut dalam audiensi itu mengatakan, Pemprov meminta bantuan peralatan Custom Immigration Quarantine atau Bea Cukai, Imgrasi, Karantina (CIQ) di Bandara Radin Inten II. Sebab menurutnya Bandara Radin Inten II hanya menantikan kelengkapan imigrasi saja.

“Masalah imigrasi ini kan berkaitan dengan alat keimigrasian yaitu Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Di satu sisi ada peraturan Kementerian Hukum dan HAM bahwa yang menyediakan peralatan itu adalah pihak bandara, tetapi bandara sendiri kan tidak memiliki kemampuan dana yang memadai karena mereka BLU,” ujar Qudrotul.

Sementara itu opsi lain yang ditawarkan oleh Ditjen Imigrasi yaitu mengupayakan penggunaan Border Control Management (BCM) Mobile Unit yang bersifat sementara untuk menunjang dan memenuhi standar operasional bandara. Sebab akan terlampau lama jika menunggu penggunaan dana dari (APBD) perubahan 2019.

“Yang melengkapi imigrasi bandara kalau tidak pihak bandara ya harus dibantu oleh pemprov. Tetapi anggaran APBD 2019 sudah berjalan. Maka sementara dibantu dengan Ditjen Imigrasi sembari kita menganggarkan di APBD perubahan,” katanya.

Dikatakannya, sebelumnya Pemprov Lampung sudah pernah menganggarkan di APBD tahun 2018 terkait peralatan imigrasi bandara, namun hal itu belum bisa dilaksanakan dikarenakan belum adanya kejelasan status bandara internasional Radin Inten II. Sedangkan SK Kementerian Perhubungan tentang status bandara internasional baru keluar di Desember 2018 atau saat anggaran sudah berjalan.

“Karena kalau tidak ada alat itu maka belum bisa melakukan penerbangan internasional walau sudah ada SK dari Kemenhub, itu yang kita khawatirkan. Sementara batas SK itu berlaku selama enam bulan, dan ini sudah berjalan dua bulan,” katanya. (Erik)

Tanggapan Anda: