Usulan Bantuan Kapal untuk Nelayan Korban Tsunami Lamsel Belum Terealisasi

33
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rumah yang juga merangkap homestay dan perahu yang rusak dihantam gelombang tsunami beberapa waktu yang lalu. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Bantuan kapal untuk nelayan yang terdampak tsunami selat sunda di Kabupaten Lampung Selatan, beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih belum terealisasi.

Padahal, surat usulan bantuan kapal untuk nelayan terdampak tsunami ditujukan langsung untuk Presiden RI Joko Widodo.

Kepala Dinas Perikanan Lampung Selatan Meizar M menyatakan, bahkan pihaknya pun mengusulkan sendiri surat permohonan melalui Bappeda ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk bantuan kapal bagi nelayan tersebut.

“Iya, Kita layangkan langsung ke pak Presiden dan KKP. Namun, hingga saat ini belum terealisasi,” ujarnya Jum’at (01/02/2019) kemarin.

Ia merincikan, bila jumlah kapal yang diusulkan sebanyak 628 unit. Jumlah tersebut berdasarkan jumlah kapal nelayan yang rusak berdasarkan data inventarisir di lapangan.

“Data yang masuk segitu, makanya kita usulkan sesuai dengan laporan jumlah kapal yang rusak,” kata Meizar.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Lampung Selatan melalui Dinas Perikanan telah melayangkan usulan bantuan kapal dengan model kapal kapasitas di bawah 5-GT.

Selain itu, kapal nelayan yang terkena dampak tsunami tersebar di empat kecamatan meliputi Rajabasa, Kalianda, Sidomulyo dan Bakauheni.

Tsunami yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 itu juga meluluhlantakkan lokasi tempat pelelangan ikan (TPI) di Waymuli dan Kalianda.

Sementara itu, sejumlah nelayan di lokasi TPI Dermaga Bom Kalianda, sejak beberapa waktu terakhir menyibukan diri dengan memperbaiki kapal mereka yang rusak akibat tsunami. (Dirsah/Edu)

Tanggapan Anda: