Warga Wonorejo Tubaba Serahkan Kasus Dugaan Rekayasa Surat Lapangan Kepada Penegak Hukum

98
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Warga Tiyuh Wonorejo Kecamatan Gunung Agung Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) sepakat menyerahkan sepenuhnya persoalan dugaan rekayasa Surat Tanah Lapangan Sepakbola yang terkena dampak jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) dan dijadikan hak milik atas nama anak mantan Kepalou Tiyuh setempat kepada proses hukum yang berlaku.

Meskipun warga Tiyuh yang menjadi sumber berita ini enggan dituliskan namanya untuk keperluan pemberitaan, namun mereka dengan tegas meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan adanya penyalahgunaan wewenang terkait sertifikat tanah Lapangan Sepakbola yang dilakukan oleh Sadimin, Oknum Calon Legislatif (Caleg) Dapil II Kabupaten Tubaba dari Partai NasDem.

“Kalau dalam pemberitaan jangan dulu ditulis nama kami, silahkan tulis saja keterangan kami bahwa kami mendesak Penegak Hukum baik Kejaksaan atau Kepolisian untuk mengusut kasus tanah Lapangan ini,” ungkap sejumlah warga saat berkumpul membahas persoalan Tanah Lapangan tersebut.

Berita Terkait : Sempat Berkelit, Sadimin Caleg Nasdem Akui Lapangan Wonorejo..

Bahkan, warga yang tahu persis sejarah keberadaan lapangan sepakbola Tiyuh Wonorejo itu siap memberikan kesaksian apabila dibutuhkan penegak hukum. “Kami siap mas (menjadi saksi) kalau mau diambil keterangan. Yang jelas itu tanah dari beberapa warga yang dikumpulkan menjadi satu lokasi kemudian jadilah lapangan sepakbola, hati kami sakit mas ketika tau kalau tanah itu ternyata sudah ada sertifikat atas nama anaknya Pak Sadimin,” tutur warga.

Tak tanggung-tanggung, warga meminta Kepolisian Daerah (Polda) Lampung untuk menangani perkara tersebut karena mereka menceritakan bahwa, masih banyak masalah lain yang dilakukan oknum tersebut saat menjabat sebagai Kepalou Tiyuh kala itu. Karena, sebenarnya warga hanya meminta agar Sadimin mengembalikan tanah Lapangan tersebut sesuai dengan janji Sadimin dihadapan Kapolsek Gunung Agung, Camat, dan Aparatur Tiyuh.

“Kalau misalnya Polres sini (Polres Tulangbawang) nggak sanggup mengusut sampai ke akar-akarnya, kami minta dari Polda Lampung turun tangan. Semua masalahnya seperti sapi, tanah, dan masalah-masalah lain saat dia jadi Kepalou Tiyuh langsung diusut semua. Kami terus terang sangat kecewa dengan sikap beliau yang hanya janji-janji mau mengganti lapangan tapi tak kunjung terealisasi,” tegas warga.

Sebelumnya, Sadimin mengaku jika lokasi yang tersentuh pembangunan jalan tol itu merupakan tanah Lapangan Sepakbola Tiyuh Wonorejo dan juga disertifikatkan oleh Sadimin atas nama dia pada saat ia menjabat Kepalou Tiyuh sehingga dirinya memiliki tanah yang luas di tiyuh tersebut.

“Saya juga bukan pamer sih dulu saya mempunyai tanah seluas 36 hektar, makanya salah satunya saya buatkan untuk tanah lapangan dan saya juga belum pernah menghibahkan atau menarik iuran untuk tanah lapangan itu kepada masyarakat. Ia tanah lapangan itu memang disitu (terkena jalan tol) tapi tanah itu milik saya, itu dapat saya beli dari mbah sirin,” pengakuan Sadimin.

Bahkan, Sadimin mengaku jika sertifikat tanah yang ada lapangan sepakbola itu sedang dipegang oleh Kepolisian Polres Tulangbawang lantaran bermasalah. Namun, lagi-lagi Sadimin berkelit jika bukan karena masalah lapangan melainkan masalah dengan Bank.

“Untuk bukti pemilikan ada sertifikat kebetulan sertifikatnya masih ada di pihak Polres karena ada masalah urusan bank, kalau sampean mau lihat silakan ke polres penyidiknya Hade Purmanto dan surat yang kaplingan ada ditangan BPN, untuk tanah peladangan yang satu hektar atas nama saya sendiri sementara untuk kaplingan atas nama Romi anak saya,” bebernya. (Irawan/Bas/Lucky)

Tanggapan Anda: