Jalan Penghubung Antar Pekon di Pugung Tanggamus Rusak Parah Sudah Seperti Kubangan Kerbau

26
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kondisi jalan penghubung antara Pekon Banjaragung Udik dan Pekon Banjaragung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, yang tampak seperti kubangan kerbau. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Jalan penghubung antara Pekon Banjaragung Udik dan Pekon Banjaragung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, saat ini kondisinya rusak parah dan sudah seperti kubangan kerbau.

Warga dua pekon itu berharap, Pemkab Tanggamus memberikan perhatian dan memperbaiki jalan tersebut mengingat kerusakan jalan menghambat aktivitas warga dan menghambat pemasaran hasil bumi.

Kerusakan jalan sepanjang dua kilometer tersebut yang menghubungkan Dusun Kebumen Pekon Banjaragung Udik dan Dusun Merabung Pekon Banjaragung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

“Jalan ini merupakan jalan andalan warga kedua pekon. Saat ini kondisinya sangat parah, mirip kubangan kerbau dan sangat berbahaya. Kami minta Pemkab segera memperbaiki,” kata Herwansyah, salah seorang warga yang melintas.

Kerusakan jalan ini tidak hanya dikeluhkan warga Kecamatan Pugung saja, pengusaha keliling dari Kecamatan Talangpadang, Pagelaran dan Pringsewu, juga ikut mengeluhkan rusaknya jalan tersebut.

“Jalan ini merupakan akses utama menghubungkan antar Pekon dan kecamatan bahkan merupakan jalan akses menuju Tanggamus dan Bandarlampung. Dengan kondisi jalan rusak, menghambat usaha kami,” ujar Deri, salah seorang pengepul hasil bumi.

Menurut warga, jalan yang menghubungkan Dusun Kebumen dan Dusun Merabung itu,  sebelumnya sudah pernah mendapatkan pembangunan dari pemerintah Kabupaten Tanggamus yakni peningkatan jalan lapen pada tahun 2007.

“Tapi, itu sudah lama dan hanya bagian depan, sewajarnya Pemkab membangun kembali kelanjutannya sepanjang dua kilometer. Disamping kondisinya rusak parah, jalan tersebut pun hampir tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” kata Herman.

Menurut Herman, para pengendara enggan melawati jalan tersebut. selain membahayakan, juga memakan waktu yang lama untuk melintasi jalan tersebut. “Lewat jalan ini benar-benar memporsir tenaga, capek kita, karena terbanting-banting,” katanya.

Nur Kholik, pengguna jalan lainnya menuturkan, saat hujan turun, jalan tersebut kebanjiran hingga menutup badan jalan, sehingga masyarakat yang lalu-lalang tidak bisa melintas di jalan tersebut, dikhawatirkan terjatuh karena badan jalan tidak terlihat.

“Banyak pengendara motor yang jatoh, karena lobangnya tertutup air,” kata dia.

Senada dengan itu, Yatno (38) alias Ocong, salah seorang pengusaha pengepul hasil bumi berharap, pemerintah daerah tanggap dengan kondisi kerusakan jalan tersebut.

“Antisipasi daruratnya di onderlaagh. Syukur-syukur di lapen seperti yang di depan. Apalagi seperti sekarang ini banyak turun hujan, jalannya saja tidak kelihatan yang kelihatan hanya kubangan air,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pekon Banjar Agung Udik, Rotatib mengatakan  akibat jalan rusak beberapa kali  kendaraan banyak yang terjebak dalam kubangan itu. Pengendara roda dua banyak yang jatuh akibat jalan rusak. Ia pun berharap, Pemkab Tanggamus bisa tanggap dan sesegera mungkin memperbaikinya.

“Kasihan warga yang hendak berpergian ke Bandarlampung atau ke Tanggamus harus keliling melalui Simpang Tangkit atau Tangkit Serdang yang jarak tempuhnya tiga kali lipat,” tuturnya.

Camat Pugung, Hardasyah ketika dimintai tanggapannya mengenai jalan bak kubangan kerbau tersebut, mengatakan memang dari tahun 2017 hingga 2018 sudah di ajukan di dinas PUPR, bahkan beberapa media baik cetak maupun online dan Facebook sering mengkritisi jalan tersebut.

“Kita sama berdoa mudah mudahan di tahun 2019 ini bisa dibangun,” katanya. (Sayuti)

Tanggapan Anda: