Warga Pagar Dewa Tubaba Tuntut PT Waskita Karya Akibat Dampak Pembangunan Jalan Tol

430
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Jalan Tol yang ditenggarai membentang Sungai Tulangbawang dan Rawa sehingga berdampak Banjir Besar di Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tubaba, Senin (12/3/2019). Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Sejumlah wilayah di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) khususnya di Kecamatan Pagar Dewa terdampak banjir besar luapan air Sungai Tulangbawang belum lama ini ditenggarai akibat dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Terbangi Besar-Kayu Agung yang membentang aliran sungai dan rawa dengan timbunan tanah sehingga kondisi air bak bendungan.

Menurut warga kurangnya sistem saluran air pada pembangunan jalan tol tersebutlah yang mengakibatkan hampir sebagian Tiyuh Pagar Dewa terendam banjir tidak seperti biasanya. Bukan hanya tiyuh, melainkan usaha warga yang tak terhitung luas lahannya gagal panen akibat luapan air sungai itu.

Dengan demikian, warga Tiyuh Pagar Dewa mengambil langkah preventif dengan melakukan musyawarah di tingkat tiyuh yang disepakati semua pihak, mulai dari masyarakat tokoh adat, tokoh masyarakat, kepemudaan, aparatur Tiyuh, dan Camat Pagar Dewa.

“Ada beberapa tuntutan yang kami anggap wajar yang telah kami sampaikan secara resmi kepada pihak PT Waskita Karya yang kami ketahui selaku perusahaan pemegang proyek jalan tol tersebut,” ungkap Juanda Koordinator Forum Masyarakat Pagar Dewa Bersatu saat menyerahkan berkas tembusan ke meja Ketua DPRD Kabupaten Tubaba, Senin (11/3/2019).

Juanda menjelaskan, pembangunan jalan tol yang melintasi tanah Ulayat pedukuhan pagar dewa itu terkesan tidak mempertimbangkan faktor kerugian masyarakat petani.

“Seharusnya sebelum dibangun maka dilihat dipelajari terlebih dahulu. Yang kami lihat disini, kurangnya saluran pembuangan air tepat di timbunan tanah Ulayat pedukuhan maka air terbendung di jalan tol itu,”jelas dia.

Di tanah berhektare-hektare itu merupakan tempat warga Pagar Dewa menggantungkan hidup mereka yang pada tahun ini dipastikan gagal untuk meraup hasil.” Yang jelas di tahun ini juga akibat banjir Tanaman padi, singkong, sawit, karet, bahkan hasil nelayan pun berkurang. Ya, kita lihat saja pas banjir kemarin itu kan, luar biasa tinggi airnya,”cetus Juanda.

Dalam surat yang dikirim ke PT Waskita Karya terkait Permohonan Kajian Banjir Tiyuh Pagar Dewa itu di sepakati oleh sejumlah pihak, termasuk Camat Pagar Dewa mewakili Pemerintah Kabupaten Tubaba. Ada sejumlah tuntutan disana yang mana masyarakat Pagar Dewa memberikan waktu kepada Waskita Karya selama 7 hari untuk menjawab permohonan masyarakat itu.

“Yang pertama, melakukan pengkajian dampak lingkungan akibat proyek jalan tol tersebut, meninjau hasil kerja dilapangan, berkunjung ke Tiyuh Pagar Dewa, duduk bersama masyarakat bermusyawarah agar kedepan tidak terjadi banjir besar, bersamaan dengan itu juga masyarakat akan menyambut hangat kedatangan pihak perusahaan (Waskita Karya) dengan cara makan bersama (Nyerwit), permohonan tersebut diberi waktu selama 7 hari untuk mendapatkan jawaban,” tuturnya. (Irawan/Bas/Lucky).

Tanggapan Anda: