Beranda Nasional

Belum Steril dari Bom, Warga di Sekitar Rumah Terduga Teroris Mengungsi

45
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tampak warga berkerumun di sekitar lokasi ledakan yaotu  rumah terduga teroris di Sibolga. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Puluhan keluarga terpaksa mengungsi akibat ledakan yang dilakukan oleh terduga teroris Abu Hamzah dan istrinya di kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Hal ini sesuai imbauan pihak kepolisian lantaran area sekitar lokasi ledakan masih belum steril dari dugaan sisa-sisa bom.

“Saat ini warga sekitar kita imbau tidak kembali ke rumah dulu sampai dengan proses sterilisasi dinyatakan klir oleh tim,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3).

Dedi menjelaskan sterilisasi dilakukan dalam radius 100 meter di sekitar TKP. Jika area sudah dinyatakan aman, maka warga kembali diizinkan masuk. Sementara itu, puluhan keluarga tersebut diungsikan ke rumah kerabat terdekat mereka.

“Di atas 20 KK terdampak kalau dilihat dari radiusnya, diungsikan ke kerabat terdekatnya. Karena ini menyangkut keselamatan warga maka diimbau tidak dekati TKP,” ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan dampak bom bunuh diri tersebut cukup luas. Puluhan rumah mengalami kerusakan genting. Sementara rumah yang lokasinya memang dekat dengan TKP mengalami kerusakan yang cukup parah.

Dedi mengatakan kerusakan ini karena jumlah bom yang ada cukup banyak. Polisi menemukan empat buah bom setelah ledakan pada Rabu (13/3) dini hari. Sedangkan Abu Hamzah sendiri mengklaim memiliki puluhan bom yang disimpan di rumahnya.

Polisi juga menemukan sejumlah bahan baku pembuat bom berupa potassium di rumah tersebut.

“Artinya bahwa jumlah bom meskipun low explosive, tapi kalau jumlahnya cukup banyak bisa berakibat kerusakan cukup fatal,” jelas Dedi.

Untuk memperbaiki kerusakan akibat dampak ledakan, Dedi mengatakan pemerintah daerah akan turut memberi bantuan.

Ledakan di Sibolga terjadi dua kali pada Selasa (12/3) dan Rabu (13/3) dini hari. Sebelumnya, Polri telah menangani ledakan sejak Selasa.

Selama 10 jam, polisi juga bernegosiasi agar istri dan anak Abu Hamzah menyerahkan diri. Namun istri Abu Hamzah menolak untuk menyerah dan diduga meledakkan diri bersama anaknya di rumah.

Istri terduga teroris itu meledakkan diri sekitar pukul 01.30 WIB di rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sumatera Utara.

Selain istri dan anaknya yang sudah dipastikan meninggal, Densus 88 juga telah menangkap Abu Hamzah. (cnn)

Facebook Comments