Polisi Diminta Buka Kasus Dugaan Pencemaran Lingkungan di PT SUN Tubaba

110
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-09-23-at-17.55.03.jpeg
Tumpukan yang diduga limbah B3 PT SUN Tubaba yang tersembunyi. Sabtu (22/9/2018). Foto : Irawan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Aparat Kepolisian Polres Tulangbawang Polda Lampung diminta untuk membuka kasus dugaan pencemaran lingkungan di sekitar PT Surya Utama Nabati (SUN) di Tiyuh Indraloka Jaya, Kecamatan Waykenanga, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Bagaimana tidak, kasus kejahatan lingkungan tersebut dilaporkan oleh warga Tiyuh Indraloka Jaya itu pada tahun 2018 lalu tepatnya pada tanggal 25 Mei 2018. Setelah menerima laporan, Polres Tulangbawang sempat melakukan proses pengusutan, bahkan Polres juga telah melakukan uji laboratorium air sumur seputaran perusahaan.

Tidak berhenti di situ, setelah mengantongi hasil uji laboratorium, Polres melanjutkan proses ke pemeriksaan saksi. Namun, hingga saat ini aparat kepolisian bungkam. Berbagai desakan sempat muncul baik dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung, Mapolda Lampung, bahkan Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun ikut angkat bicara.

Karenanya, kasus ini diminta agar diteruskan sampai adanya hasil proses hukum.

“Kami meminta kepada Mapolres Tulangbawang agar kasus dugaan pencemaran lingkungan di sekitar PT SUN Tubaba untuk dilanjutkan kembali,” kata Wardi Saputra, Penggiat Sosial Kontrol Kabupaten Tubaba di kantornya, Kamis (14/3/2019).

“Kami melihat adanya indikasi upaya ‘mendinginkan’ kasus yang dilakukan oleh penyidik Polres. Untuk itu, kami mempertanyakan hasil proses yang telah dilakukan oleh Mapolres Tulangbawang, baik itu ada pelanggaran oleh perusahaan maupun tidak,” sambung Wardi.

Sementara, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, AKP Zainul Fachry, Kasat Reskrim Polres Tulangbawang bungkam, pesan yang dilayangkan wartawan mempertahankan kasus tersebut hanya dijawabnya dengan ungkapan dalam ‘Waalaikum salam’,”singkatnya.

Sebelumnya, Kapolres Tulangbawang, AKBP Syaiful Wahyudi, S,Ik., MH, sempat berjanji akan mengusut Laporan salah satu masyarakat tentang kasus dugaan pencemaran lingkungan yang diduga disebabkan oleh limbah PT SUN Tubaba, yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit.

AKP Zainul Fachry, Kasat Reskrim Polres Tulangbawang juga pernah mengungkapkan bahwa banyaknya kasus lain yang lebih prioritas sehingga Polres menunda perkara pencemaran lingkungan tersebut.

“Masih proses, cuma agak pending karena masih sibuk penyidikan kasus-kasus lain yang lebih prioritas,” ungkapnya melalui pesan singkat, Rabu (10/10/2018). (Irawan/Bas/Lucky)

Tanggapan Anda: