Umar Ahmad: Aparatur Tiyuh di Tubaba Juga Ikut Berpolitik

74
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Foto bersama seusai acara Rumah Kita ‘Golput Bukan Pilihan’, di Sesat Agung Bumi Gayou Ragem Sai Mangi Wawai, Kabupaten Tubaba, Kamis (14/3/2019). Foto: Doc Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berkesempatan audien dengan menghadirkan 3 narasumber untuk Pemilihan Umum tahun 2019 ini. Acara yang di beri nama Rumah Kita tersebut bertemakan ‘Golput Bukan Pilihan’ berlangsung di Sesat Agung Bumi Gayou Ragem Sai Mangi Wawai yang tanpak hadir Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Tedyy Minahasa, S.I.K., S.H.

Pada sesi tanya jawab, WakaPolda Lampung Brigjen Pol. Tedyy Minahasa, S.I.K., S.H., menjelaskan mengenai sangsi pidana bagi masyarakat yang Golput.

“Untuk masyarakat yang golput itu tidak ada sanksinya walaupun dia sudah ada di DPT, tapi kalau mempengaruhi seseorang untuk tidak memilih dengan imbalan sesuatu materi seperti uang itu ada pidananya di atur dalam Undangan-undang nomor 07 Pasal 515 Tahun 2017 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak 36 juta rupiah,” jelasnya, Kamis (14/3/2019).

Sementara, Bupati Tubaba H. Umar Ahmad menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat Kabupaten Tubaba dalam pagelaran pesta demokrasi semakin meningkat, bahkan pada Pemilihan Bupati Tubaba beberapa waktu lalu partisipasi masyarakat sangat tinggi bahkan diatas rata-rata di daerah lainnya.

“Nilai pemilihan kita juga di atas kabupaten yang lain, kalau untuk golput menurut saya ini jumlah Golput turunan karena menurut saya membelokkan orang yang sudah memiliki pilihan itu lebih mudah dari pada orang yang belum punya pilihan sama sekali. Nah itu lebih mudah dan ini biasanya kelompok-kelompok masyarakat tertentu, jadi kita sedang mempersiapkan siasat untuk mengatasi hal seperti ini,” terang Umar.

Umar Ahmad juga menyebutkan bahwa saat ini Aparatur Tiyuh sedang bekerja untuk mengarahkan masyarakat agar dalam pemilu nanti tidak ada masyarakat yang golput ataupun kebingungan dalam melakukan pencoblosan.

“Aparatur kita juga sedang mengarahkan masyarakat untuk tidak golput tapi bukan berati mengarahkan untuk mencoblos Calon yang di tentukan,” ucapnya.

Rangkaian acara itu juga mengadakan sebuah permainan yaitu memilih 5 kertas warna yang telah di sediakan dan dimasukan kedalam kardus yang telah di berikan Nama Warna kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD Provinsi, hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota, dan warna abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden di malam daam permainan yang di ikuti dari Universitas, Himpunan mahasiswa Islam Cabang Tulangbawang, serta Siswa-siswi dari SMAN 01 Tulangbawang Tengah, ini di menangkan oleh HMI Cabang Tulangbawang dan mendapatkan hadia Berupa Kulkas yang di serahkan oleh Bupati Tubaba, dan untuk peserta lainya juga mendapatkan hadiah. (Irawan/Bas/Lucky)

Tanggapan Anda: