Angin Puting Beliung Kembali Rusak Sejumlah Bangunan di Seputih Raman

132
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sejumlah bangunan rusak akibat puting beliung. Foto: Towo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Tengah – Bencana alam angin puting beliung kembali melanda Lampung Tengah. Kali ini angin puting beliung terjadi di dusun III Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, Minggu (17/3/2019), sekira pukul 16:00 WIB.

Atas peristiwa ini sedikitnya ada enam bangunan warga yang roboh satu diantaranya gudang produksi meuble berukuran 50×20 yang ikut menjadi korban. Sebelumnya

Subagio warga setempat mengatakan peristiwa angin puting beliung berlangsung cepat.

“Dua puluh menitan kejadiannya (angin puting beliung). Banyak bangunan warga yang roboh, ada gudang meuble sama pagar Pure (tempat ibadah) yang ikut roboh,” jelasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Lamteng, Guntur Nafitupulu saat dikonfirmasi melalui phonselnya mengatakan, BPBD bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman, serta Dinas Sosial setempat akan segera turun kelokasi untuk tinjau lapangan.

“Kita bersama tim gabungan akan segera turun kelokasi untuk melakukan perhitungan kerugian akibat dampak bencana tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai dengan Perbup besaran bantuan yang diberikan kepada korban bencana angin puting beliung yakni Rp15 juta untuk bangunan rusak berat, Rp7,5 juta rusak sedang, dan Rp2,5 rusak ringan.

“Di samping itu akan diberikan bantuan sembako, dan kebutuhan dasar seperti beras, mie instan, minyak goreng, tikar, dan peralatan madi cuci,” ujarnya.

Untuk diketahui, bencana angin puting beliung sebelumnya telah melanda Dusun I Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman pada Kamis (14/3/2019).

Salah satu warga Kampung Rama Dewa I Gede Indra Kusuma mengatakan bahwa di wilayahnya puluhan rumah rusak parah. Di mana atap rumah serta kandang ternak rata secara keseluruhan.

“Ini memang bencana yang luar biasa. Di mana suasana saat bencana angin puting beliung sangat mencekam dan menakutkan. Sebab, dunia seperti mau hancur saja,” katanya

Kepala Kampung (Kakam) Rukhti Harjo Gunawan menjelaskan musibah yang mencekam itu berlangsung sekira pukul 19.15 WIB.

“Kejadian itu bisa diperkirakan berlangsung selama 2 jam. Angin kencang di sertai petir yang membuat puluhan rumah di Kampung Rukhti Harjo hancur berantakan. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa”. (Towo)

Tanggapan Anda: