Inovasi Baru, Pengusaha Asal Lambar Olah Kopi Robusta Jadi Pengharum Ruangan Tanpa Bahan Kimia

279
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Proses pengemasan Kopi Putra Liwa, untuk memenuhi pesanan luar Daerah. Foto: Satoris/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat –¬†Terinspirasi dari pidato Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, pengusaha asal Padang Cahya kecamatan Balik Bukit Lampung Barat Wahyu Lendra berinovasi membuat pengharum ruangan aroma kopi robusta.

“Pemikiran saya tergugah untuk membuat pengharum ruangan dengan bahan baku biji kopi robusta berawal dari membaca berita, Bupati mengajak¬†masyarakat dan jajaran pemerintah Daerah untuk berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Daerah Lampung Barat,” ujar Wahyu Lendra yang akrab disapa Yudi.

Umumnya kopi robusta hanya untuk dikonsumsi, namun Yudi akhirnya mencoba membuatnya menjadi pengharum ruangan dan ia tidak menduga produk pengharum itu digemari oleh konsumen.

“Saat ini pemasaran kopi Putra Liwa baik untuk konsumsi dan pengharum ruangan terus berjalan dan telah tembus keluar Sumatera khususnya pulau Jawa dan kepulauan Riau” kata Yudi.

Menurutnya, usaha pengolahan biji kopi yang digelutinya meskipun masih dalam sekala rumah tangga ia menerapkan pola kerja disiplin demi menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan.

“Dalam menjalankan usaha ini saya tekankan kepada pekerja untuk tetap konsisten mempertahankan kualitas hasil produksi dan jaminan cita rasa dan kebersihan, penerapan disiplin dalam semua segi bagi saya ini harus, karena disiplin pekerja merupakan kunci utama untuk Kopi Putra Liwa akan terus berkembang dan tetap diminati serta dipercaya konsumen” ungkap Yudi.

Dijelaskan Yudi, Kopi Putra liwa mengawali produksi menggunakan bahan baku tidak lebih dari 15 Kg biji kopi, pertama kali produksi pada akhir Desember 2018. Sejak pertama secara bertahap bahan baku untuk produksi terus mengalami peningkatan dan sekarang bahan baku yang diperlukan untuk dua produk (Kopi konsumsi dan pengharum ruangan) menghabiskan bahan baku hingga 3500 Kg/Bulan,” ungkap Yudi.¬†(Satoris)

Tanggapan Anda: