Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Diduga Pungli, Harga Sertifikat PRONA di Kibang Trijaya Tubaba 1,2 Jutaan Per Buku

586
  • 201
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    201
    Shares
https://www.kupastuntas.co/files/biaya-pembuatan-sertifikat-tanah.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat -Sungguh sangat disayangkan program pemerintah pada pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Program Nasional Agraria (PRONA) yang di canangkan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo diduga menjadi ajang meraup keuntungan oleh oknum-oknum tertentu baik secara pribadi maupun kelompok.

Hal ini ditemukan di Tiyuh Kibang Trijaya Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun 2018 dan buku sertifikat tanah itu keluar pada tahun ini. Yang mana, di Tiyuh ini masyarakat dikenakan tarif senilai Rp1.250 ribu (satu juta dua ratus lima puluh ribu) per buku sertifikat tanah yang dilakukan oleh oknum Aparatur Tiyuh melalui Kepanitiaan Sertifikat PRONA di tiyuh tersebut.

“Kami mendaftar di panitia Pendaftaran Pembuatan Sartifikat itu kemarin Perbidang/perbukunya dimintai biaya (uang) sebesar Rp1.250 ribu. Untuk sistem Pembayarannya ada yang langsung lunas ada juga yang dibayar Rp250 ribu dulu sisanya setelah sartifikat keluar baru langsung pelunasan,”terang sejumlah warga yang ikut program tersebut beberapa waktu lalu.

Terpisah, Supriyanto, Kepalou Tiyuh Kibang Trijaya, saat dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya membenarkan tentang adanya biaya sebesar itu yang dikenakan kepada masyarakat.

“Yang sudah ditarik belum ada untuk buku sertipikat itu baru dititipin 250 ribu rupiah, itupun waktu pengukuran yang lama waktu jaman lurahnya Iswanto,”kata dia pada bulan lalu.

“Kalau jaman saya, masyarakat maunya Sertipikat jadi langsung bayar, pengajuan sertipikatnya sebanyak 250 Buku pokoknya kalau sertipikat sudah jadi masyarakat baru bayar,”ungkap Supri.

Bahkan, Supri juga mengatakan bahwa, jika ada dari masyarakatnya yang telah membayar lunas sertifikat PRONA tersebut adalah merupakan Penarikan Panitia Pendaftaran yang lama.

“Yang sudah lunas itu mungkin waktu penarikan Panitia yang lama, itupun hanya satu dua orang saja yang sudah bayar lunas, buku itukan belum jadi kemarin itu aku mau narik (uang) ya gimana lagi yang kemarin narik buku belum jadi, jadi kata masyarakat nanti kalau buku (Sertipikat) jadi mereka mau bayar lunas,” akunya.

Supri juga menyebutkan nama salah seorang Kepalou Tiyuh dimana orang tersebut seolah-olah menjadi calo/Cakil sertifikat PRONA, dengan modus Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Tubaba tidak mau merealisasikan tanpa melalui oknum tersebut.

“Untuk pengukuran dan lain-lainnya sudah ditalangin sama Pak Tab (Diduga oknum Calo/Cakil), dia oranglah yang udah modalin segala biayanya. Cuma saya belum bisa bicara sekarang mas, karena kalau buku itu belum jadi saya nggak bisa gerak belum bisa mikirin kawan-kawan,” kelit Supri.

Informasi terakhir bahwa, Sertifikat PRONA di Tiyuh Kibang Trijaya sudah dikeluarkan oleh ATR/BPN Kabupaten Tubaba pada bulan Maret ini dan sudah dibagikan kepada masyarakat. Supriyanto Kepalou Tiyuh Kibang Trijaya pun mengakui jika sertifikat tersebut sudah dibagikan namun ada juga yang dikembalikan karena terdapat kesalahan.

Sayangnya, hingga berita ini ditulis Pak Tab yang dimaksud oleh Supriyanto sebagai perantara Sertifikat PRONA itu belum berhasil dikonfirmasi, begitu juga dengan ATR/BPN Kabupaten Tubaba. (Irawan/Bas/Lucky)

Facebook Comments