Beranda Daerah Lampung Pesisir Barat

Jelang Pemilu 2019, Berita Hoaks di Medos Makin Meningkat

33
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares
Hoaks/Ist

Kupastuntas.co, Pesisir Barat – Jelang Pemilu bersama 17 April 2019 mendatang, hoaks (berita bohong) makin meningkat mengisi laman Media Sosial (Medsos).

“Ujaran kebencian dan hate speech yang dilakukan melalui media sosial sudah kian meningkat,” kata Wakapolda Lampung Brigjen Pol Teddy Minahasa pada dialog interaktif di Lamban Yoso Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Selasa (2/4/2019).

Acara tersebut diselenggarakan Polda Lampung bekerja sama dengan salah satu lembaga penyiaran publik di Lampung.

Sebagai narasumber Talk show yang bertemakan “Santun Bermedsos” tersebut M. Tio Aliansyah dari Komisioner KPU Lampung, Kombes pol Shoberman dari Polda Lampung dan Yusdiyanto dari Pengamat Hukum Universitas Lampung.

“Untuk itu mari kita laksanakan dan sukseskan pemilu kali ini secara aman, sejuk dan bertangungjawab melalui santun bermedia sosial,” ajak Teddy.

Baca Juga: Perkelahian Pelajar SMP Viral di Medsos, Diduga Pelajar di Pesisir Barat

Sementara, Komisioner KPU Lampung M Tio Aliansyah menyampaikan, dalam persiapan pemilihan yang sudah menghitung hari, KPU Lampung dan jajajarannya sampai ke tingkat desa telah mempersiapkan logistik dan perangkat pemilihan, menerangkan syarat pindah tempat pemilihan, dan menyerukan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan penyelenggaraan pemilu.

AKBP Sobarmen mengatakan, berita hoaks sangat berbahaya karena bisa memecah belah bangsa, mengganggu kebhinekaan dan keutuhan NKRI. Untuk generasi millenial agar cerdas dan santun menggunakan media social.

“Bila menerima atau menulis status di media sosial agar dicermati tidak boleh asal percaya dan men-share berita, segera diputus apakah berita tersebut bisa dipercaya apa tidak, lalu apakah berita tersebut disampaikan oleh media terpercaya serta apakah berita terbut merupakan berita yang memiliki unsurhoaks,” terang Shobarmen.

Karena, lanjut Shobarmen, menurut UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.(Nova)

Baca Juga: Tak Diizinkan Jenguk Istri, Zainudin Hasan Marah-marah

 

Facebook Comments