Beranda Bandar Lampung

Berangkat Bukan Sebagai TKI, Juriah Ditahan Agen Penyalur di Abu Dhabi

59
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares
Juriah (29), TKW asal Metro yang hilang kontak dengan keluarganya, dari komunikasi terakhir dirinya mengaku dipukuli oleh pihak agen yang memberangkatkannya. Foto : Han/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Lampung terus melacak keberadaan Juriah yang hilang kontak di Abu Dhabi sejak 13 Maret 2019. BP3TKI memperoleh informasi jika Juriah berangkat ke Abu Dhabi bukan dalam kapasitas sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).

BP3TKI Lampung yang berupaya memulangkan Juriah, masih belum mencapai kesepakatan dengan pihak perseorangan yang menjadi agensinya di Abu Dhabi.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Lampung Waydinsyah mengatakan, masih terus mencoba untuk membantu memulangkan Juriah ke kampung halaman di Metro, dengan beberapa kali mengirimkan surat permohonan ke Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri.

Dia memastikan, jika Juriah bekerja di Abu Dhabi bukan sebagai TKI, tetapi statusnya hanya warga negara Indonesia (WNI). Karena pemberangkatannya ke Abu Dhabi tidak melalui mekanisme sebagaimana menjadi TKI.

Baca Juga: Tak Diizinkan Jenguk Istri, Zainudin Hasan Marah-marah

Selain itu, pihaknya juga terus bermusyawarah dengan pihak perseorangan yang berperan sebagai penyalur Juriah hingga sampai ke negara Timur Tengah tersebut. Namun, ia memastikan bahwa Juriah dalam kondisi aman dan berada pada penyalurnya di Abu Dhabi.

“Saya sudah mendapatkan informasi dari perseorangan di Serang yang memberangkatkan Juriah. Bermula dari calo di kampungnya bernama Junet dan dioper lagi ke Ubet yang membawanya ke Jakarta. Kita sudah minta ke agennya agar Juriah dipulangkan, dia (Ubet) yang tahu keberadaan Juriah,” jelas Waydinsyah, Minggu (7/4/2019).

Diakuinya, ada kesulitan untuk bernegosiasi dengan penyalur perseorangan di Abu Dhabi. Karena, pihak perseorangan di Abu Dhabi memiliki peraturan sendiri. Di mana setiap yang ingin pulang ke Indonesia biayanya harus ditanggung sendiri. Kecuali jika yang bersangkutan sudah bekerja selama dua tahun.

Baca Juga: Parosil Serahkan Bantuan Handtraktor Untuk Petani

“Sejauh ini saya masih berkomunikasi dengan agensi di Jakarta untuk dipulangkan dan biaya mereka yang tanggung. Agen di Abu Dhabi sempat coba dihubungi tetapi susah sambungan ke luar negerinya,” ungkapnya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap menargetkan bisa memulangkan Juriah ke Metro.

“Saya akan menekan perseorangan di sini untuk memulangkan Juriah. Cuma tidak gampang membujuk perseorangan yang ada di Abu Dhabi. Pemulangan memang tidak bisa cepat, butuh waktu yang panjang,” imbuhnya.

Ia juga sudah meminta pihak Kementerian Luar Negeri untuk dimasukkan sistem dan menjadi perhatian agar Juriah bisa cepat dipulangkan. (Erik)

Baca Juga: Perkelahian Pelajar SMP Viral di Medsos, Diduga Pelajar di Pesisir Barat

 

 

Facebook Comments