Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Tak Kunjung Dipasang, Proyek Listrik Pedesaan di Pulau Tabuan Tanggamus Diduga Sarat Permainan

58
  • 18
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    18
    Shares
Kantor instalatur yang memasang jaringan listrik bagi warga Pulau Tabuan. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Proyek listrik pedesaan bagi warga Pulau Tabuan, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus ditenggarai banyak persoalan. Mulai dari mahalnya biaya pemasangan, belum dibayarnya ganti rugi tanam tumbuh, hingga belum ada kepastian kapan aliran listrik bisa dinikmati warga.

“Sudah biaya pemasangan mahal Rp3 juta, ganti rugi tanam tumbuh belum dibayar sampai, tiang ada yang belum dipasang, dan masih banyak lagi,” kata seorang warga Pekon Karang Buah yang enggan dituliskan namanya, Kamis (11/4/2019).

Saat ini saja, kata dia pihak instalatur (kontraktor) baru sebatas memasang kabel atas atau jaringan TM (tegangan menengah) dan memasang kabel ke rumah calon pelanggan. “Bola lampu belum dipasang, meteran juga belum dipasang ke rumah-rumah, padahal warga sudah ada yang melunasi biaya Rp3 juta, ada juga yang baru separo,” kata dia.

Ironisnya lagi, ujarnya, sampai saat ini diesel sebagai penggerak listrik juga belum ada tanda-tanda masuk ke Pulau Tabuan. “Malah informasinya, yang masuk bukan diesel permanen tapi genset, itupun belum jelas kapan masuknya. Padahal pihak biro (instalatur/kontraktor) janji kalau pemasangan jaringan sudah 50 persen, diesel akan dikirim. Tapi sampai hari ini belum ada tanda-tandanya,” katanya.

Berita Terkait : Warga Pulau Tabuan Tanggamus Tagih Janji Instalatur PLN Ganti Rugi..

Berita Terkait : Warga Pulau Tabuan Tanggamus Keluhkan Harga Pemasangan Listrik..

Warga lainnya menuturkan, pihak kontraktor juga tidak menepati janji dan komitmennya kepada warga, yaitu warga baru membayar biaya pemasangan listrik apabila listrik sudah menyala. “Tapi kenyataannya, baru dipasang kabelnya saja kami sudah ditagih untuk melunasinya,” katanya.

Warga mendesak pihak instalatur segera menyelesaikan pemasangan jaringan listrik dan secepatnya juga mengalirkan listrik ke rumah warga. Karena warga belum mendapat kepastian kapan listrik di Pulau Tabuan itu akan dialiri. “Ada yang sebut sebulan setelah pemasangan jaringan, fasilitas listrik 24 jam bisa langsung dinikmati warga. Tapi sampai sekarang tidak juga,” ujar seorang warga.

Informasi lain yang beredar, aliran listrik baru akan disalurkan ke rumah-rumah warga pada saat Ramadan nanti. Namun kabar tersebut sejauh ini belum terkonfirmasi sehingga tak bisa menjadi pegangan masyarakat di sana.

Terpisah, Ketua DPRD Tanggamus, Heri Agus Setiawan saat mengetahui ada persoalan dalam proyek listrik bagi warga Pulau Tabuan mengaku akan segera meminta keterangan pihak PLN dan instansi terkait.

“Saya akan konfirmasi dulu soal pemasangan listrik yang mahal hingga Rp3 juta ini ke PLN dan instansi terkait. Karena kalau benar ada perusahaan yang menawarkan lebih murah, kenapa dipilih yang mahal,” kata Agus saat dihubungi melalui telefon selulernya, Kamis (11/4/2019) malam.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Tanggamus, AM Syafi’i juga mengaku akan mempelajari dulu persoalan listrik Pulau Tabuan ini. “Kita akan dalami dulu dengan pihak terkait,” kata Syafi’i. (Sayuti)

Facebook Comments