Tiga Bulan Terakhir, Sudah Terjadi 32 Kecelakaan di Way Kanan, 11 Meninggal Dunia

76
  • 67
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    67
    Shares
Suasana video conference soal PAM lebaran 2019, di aula Polres Way Kanan. Foto : Sandi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan –┬áDi Indonesia setiap 1 jam ada sekitar 3-4 orang meninggal akibat kecelakaan, sebanyak 67% korban kecelakaan berada pada usia produktif 22-50 tahun, melihat besarnya masalah ini sudah sewajarnya keselamatan di jalan raya menjadi prioritas yang perlu segera diperbaiki.

Polres Way Kanan melalui Satuan Lalulintas mengadakan acara Video Conference PAM Lebaran 2019, di Aula Polres Way Kanan, Jum’at (12/4/2019).

Dalam paparannya Kasat Lantas AKP I Wayan Budiarta, mengatakan untuk angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada tahun 2018 mengalami penurunan hingga 37%, hal itu dilihat dari hasil operasi keselamatan tahun 2018, yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia selama 21 hari.

Sedangkan angka kecelakaan di tahun 2017 selama 21 hari terjadi 3.646 dan tahun 2018 sebanyak 2.310, jadi angka kecelakaan turun sebanyak 1.336, selain itu jumlah korban jiwa akibat kecelakaan yang terjadi pada tahun 2018 juga turun.

“Tercatat pada tahun 2017 korban jiwa akibat kecelakaan mencapai 703 orang dan pada 2018 korban jiwa sebanyak 503 orang, ini terlihat ada penurunan sebanyak 200 orang atau terjadi penurunan sebanyak 28% angkat kecelakaan yang terjadi,” terangnya.

I Wayan melanjutkan, “Sedangkan jumlah korban luka berat dan ringan juga mengalami penurunan pada tahun 2017, tercatat ada 732 orang luka berat akibat kecelakaan lalu lintas, sementara pada tahun 2018 jumlah korban turun 37% atau sebanyak 458 orang dan untuk korban luka ringan juga mengalami penurunan sebanyak 38% atau 1.654 orang. Dan di tahun 2017 korban luka ringan sebanyak 4.333 orang dan tahun 2018 sebanyak 2.679 orang.

Perlu juga diketahui bahwa angka kecelakaan lalu lintas khususnya di wilayah Kabupaten Way Kanan tahun 2017 sebesar 88 kasus yang menelan korban jiwa sebanyak 32 orang, dan pada tahun 2018 terjadi peningkatan sebanyak 89 kasus yang menelan korban jiwa sebanyak 40 orang.

“Sedangkan untuk 3 bulan terakhir di tahun 2019 ini, sudah mencapai 32 kasus dan menelan korban jiwa akibat kecalakaan sebanyak 11 orang meninggal dunia,” terangnya. (Sandi)

Tanggapan Anda: