• Kamis, 12 Desember 2019

Cerita Jatuh Bangun Polisi Kawal Distribusi Logistik Pemilu di Bangkunat Pesibar

Senin, 15 April 2019 - 19.46 WIB - 0

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Pengamanan dan pendistribusian kotak dan surat suara dari PPK ke PPS di pekon Way Haru, Way Tiyas, Bandar Dalam dan Siring Gading Kecamatan Bangkunat. Dilakukan oleh polisi sektor Bengkunat. Yang dipimpin langsung oleh kapolsek Iptu Ono Karyono.

Dalam pengawalan tersebut, medan yang yang sangat ekstrem dilalui. Anggota polsek Bengkunat Polres Lampung Barat itu pun jatuh bangun dalam mengawal surat suara di empat Pekon, dengan modal gerobak sapi dan jalan kaki.

Kapolsek dan anggotanya tak kenal lelah untuk menghantar surat suara dari PPK ke PPS hingga sampai nanti ke tempat pemungutan suara (TPS) yang lokasinya terisolasi di beberapa wilayah Kabupaten Pesisir Barat.

Dijelaskan Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi, melalui Kapolsek Bengkunat Iptu Ono Karyono, polisi Bengkunat bersama petugas mengawal surat suara dengan berjalan kaki dan diangkut oleh gerobak sapi, jalan yang di lintasi begitu ekstrem bahkan saat gerobak sapi melintas di lokasi jalan yang berlumpur dan banyak lubang perlu penambahan tenaga dorong karena gerobak sekaligus sapinya terjebak di kubangan tanah becek.

"Tak hanya itu polisi dan rombongan petugas juga untuk sampai di empat pekon tersebut harus melintasi tepi pantai dan menyeberangi enam sungai atau muara tanpa jembatan, hal tersebut di lakukan demi mengamankan kotak surat suara sampai ke tujuan dengan keadaan aman dan nyaman," ujar Ono, Senin (15/04).

Dilanjutkannya, modal transportasi ke empat pekon tersebut juga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat atau roda dua walau harus menggunakan rantai. Kondisi pendistribusian makin parah dengan keberadaan jalan yang becek dan berlumpur akibat diguyur hujan.

"Petugas sempat jatuh bangun saat harus melewati jalan berlumpur dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak yang terjebak di lumpur. Namun, dengan semangat dan kegigihannya, akhirnya surat suara sampai di lokasi," papar Ono.

Ditandaskannya, surat suara diamankan panitia pemungutan suara (PPS) Desa setempat hingga pemungutan suara lusa pada 17 April 2019.

"Petugas kami dalam mengawal surat suara sampai ke lokasi membutuhkan waktu jalan kaki 5 jam," pungkasnya. (Nova)

  • Editor : Mita Wijayanti