Politik Uang Makin Masif Jelang Pencoblosan

42
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Menjelang hari pencoblosan, sejumlah caleg semakin masif melakukan praktik politik uang (money politics). Caleg melalui orang-orang kepercayaannya giat mendatangi rumah warga untuk menggalang dukungan dengan memberi amplop berisi uang.

Dua hari (H-2) menjelang hari pencoblosan, praktik politik uang semakin masif dilakukan. Caleg melalui perwakilannya mengunjungi pemilih secara door to door untuk minta dukungan. Tidak ketinggalan, utusan caleg menyelipkan amplop kepada pemilik rumah yang berisi uang berkisar Rp25 ribu-Rp50 ribu.

Ironisnya, sejumlah oknum aparatur kampung ikut dilibatkan menjadi utusan caleg untuk mendatangi rumah-rumah warga. Di Kabupaten Pesawaran misalnya, oknum pamong kampung dimanfaatkan caleg untuk membujuk warga mendukungnya. Tidak ketinggalan, pamong tersebut juga menitipkan uang dari caleg kepada warga yang usai dikunjungi.

Seorang warga di Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, sempat kaget saat didatangi seorang pamong kampung hanya untuk minta mendukung seorang caleg dari DPRD Kabupaten Pesawaran.  Bahkan, saat datang pamong tersebut turut memberikan contoh surat suara caleg DPRD  Kabupaten Pesawaran yang minta dipilih.

“Ya nggak sangka saja. Tapi ya sudahlah diiya-iyakan saja. Tapi saya tolak uangnya, karena saya sudah punya pilihan sendiri,” kata warga yang minta namanya tidak ditulis ini, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Akhir Masa Kampanye, Bawaslu Lampung Temukan Dugaan Money Politics di 5 Kabupaten

Saat ditanya berapa isi uang dalam amplop tersebut, ia menebak isinya berkisar Rp25 ribu-Rp50 ribu.

Kondisi serupa juga terjadi di desa lain yang masih masuk wilayah Kabupaten Pesawaran. Kali ini, perwakilan caleg yang masih pamong desa itu mendatangi rumah warga sembari menyampaikan surat undangan untuk memilih. Namun, ia juga menyelipkan amplop berisi uang Rp50 ribu kepada tuan rumah sembari meminta dukungan untuk memilih nama caleg tertentu.

Di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat juga berhasil menemukan praktik politik uang yang dilakukan caleg DPRD Lamteng .

Anggota Bawaslu Lamteng Divisi Pengawasan dan Pencegahan Edwin Nur menyatakan, Panwascam Padangratu telah menemukan kasus dugaan money politics di Kampung Kuripan Dusun V dan VIII.

“Dapat temuan bagi-bagi amplop di Kampung Kuripan Dusun V dan VIII, Kecamatan Padangratu. Setelah ditelusuri dan di-cross check ternyata benar. Dibagikan warga atas nama Edi dan Paino,” kata Edwin, kemarin.

Petugas Bawaslu juga menyita barang bukti berupa 20 amplop yang berisi uang Rp25 ribu.

“Dari keterangan kedua warga ada 40 amplop. Sebanyak 20 amplop sudah dibagikan kepada warga dan sisanya belum sempat. Di amplop itu juga ada surat suara atas nama Pur, caleg DPRD Lamteng nomor urut 4 Dapil IV dari PKS,” terangnya.

Terkait kemungkinan ada amplop yang dibagikan dari caleg lain, Edwin menyatakan masih ditelusuri.

“Masih kita telusuri. Kita minta beberapa keterangan,” ucapnya

Menurut Edwin, pemberian uang kepada pemilih masuk ranah pidana.

“Itu masuk ranah pidana. Setelah memenuhi syarat akan diajukan ke Gakkumdu,” tegasnya. Hingga berita dilansir caleg bernama Pur belum bisa dihubungi.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung juga menemukan kasus dugaan money politics yang dilakukan peserta pemilu di 5 kabupaten/kota, yakni Lampung Timur, Pesisir Barat, Bandar Lampung, Lampung Selatan dan Lampung Tengah.

(PR/Towo)

Tanggapan Anda: