Beranda Politik

Empat Petugas Pemilu Lampung Meninggal Dunia, Pemerintah Diminta Beri Asuransi

93
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan Pemilu 2019 di Provinsi Lampung. Petugas Pemilu yang meninggal dunia bertambah menjadi empat orang. Seluruhnya bertugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di beberapa daerah.

Sehari setelah Pemilu, Kamis (18/4/2019), tiga petugas KPPS meninggal dunia. Yaitu Paidi, Petugas Pengamanan TPS 3 Negara Harja, Kecamatan Pakuan Ratu, Way Kanan. Kemudian Ikhwanudin Yuda Putra, Ketua KPPS Pesawaran yang bertugas di TPS 7 Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, dan Bambang Wijayanto, Ketua KPPS Bandar Lampung yang bertugas di TPS 27 Kelurahan Sepang Jaya, Labuhan Ratu.

Pada Minggu (21/4/2019), petugas KPPS yang meninggal dunia bertambah lagi. Ia adalah Laurentinus Sutopo, petugas KPPS Desa Bangun Sari, Kecamatan Kedaton Kabupaten Pesawaran.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, Nanang Trenggono mengatakan, para petugas KPPS yang meninggal dunia ini diduga karena kelelahan menjalankan tugasnya. Nanang mengaku baru mendapatkan info dari Ketua KPU Pesawaran Iman Udin, bahwa ada salah satu anggota KPPS yang meninggal dunia.

“Iya kita baru mendapatkan info ada KPPS yang meninggal dunia di Kabupaten Pesawaran. Setelah sebelumnya di kabupaten itu ada KPPS yang meninggal dunia atas nama Ikhwanudin Yuda Putra,” ungkapnya di Kantor KPU Bandar Lampung, Minggu (21/4/2019).

Selain itu, ada sejumlah petugas pemilu yang dirawat di rumah sakit dan puskesmas karena kelelahan, kecelakaan, hingga menjadi korban pembegalan. Petugas yang sedang dirawat di rumah sakit ada lima petugas. Yaitu Nisfi Laili ; PPS Fajar Mulia Kecamatan Pagelaran Utara, diopname di Puskesmas karena kelelahan. Niken ; Anggota PPK Pringsewu Jatuh keseleo, tempurung lutut bergeser dan jari retak. Syamsul Rifa’i ; KPPS TPS 19 Pekon Wonodadi, diopname di rumah sakit karena kelelahan.

Kemudian Joko Supriyadi ; PPK Way Tuba, korban pembegalan saat bimtek. Dan Nurwani ; anggota KPPS TPS 4 Kampung Pakuan Ratu, kecelakaan saat hendak pleno PPK. Mengalami patah kaki, luka robek di kening.

Komisioner KPU Lampung Mengimbau Seluruh KPU Kabupaten/Kota Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Menyikapi banyaknya petugas KPPS yang sakit dan meninggal dunia, Komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih mengimbau kepada seluruh KPU Kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di masing-masing daerah, guna melakukan pemeriksaan kesehatan kepada PPK. Sebab sudah beberapa hari para petugas pemilu ini melakukan pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

“Seperti yang dilakukan KPU Pesawaran, mereka sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Jadi Dinas Kesehatan melalui puskesmas yang terdapat di setiap kecamatan langsung melakukan pemeriksaan di setiap PPK, guna mengantisipasi bertambahnnya PPK dan KPPS yang jatuh sakit maupun meninggal dunia,” ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Pesawaran, Amin Udin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya dapat informasi ada satu lagi KPPS meninggal dunia pada Minggu (21/4) pagi. Menurutnya, Laurentinus Sutopo meninggal karena kelelahan akibat rangkaian pemilu yang cukup panjang.

“Iya mungkin juga karena sudah sepuh juga umur 62 tahun, dan beliau punya riwayat sakit dan kelelahan juga. Informasinya tutup usia pukul 01.00 WIB tadi (Minggu),” kata dia.

Lanjut Amin, pihaknya langsung menyampaikan peristiwa itu kepada Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona. KPU juga meminta Bupati untuk memerintahkan Dinkes agar mendampingi para petugas pemilu yang masih melaksanakan tugas.

“Setelah itu, kadisnya ditelpon oleh bupati. Tidak lama kemudian pihak kecamatan sudah ada tim kesehatan yang mendampingi. Jadi untuk PPS, PPK, pengawas dan saksi-saksi yang lagi di tingkat kecamatan, kami minta silakan koordinasi dengan dinkes saat ini kondisinya seperti apa,” tandasnya.

Pemerintah Diminta Beri Asuransi

Terpisah, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai para petugas KPPS Pemilu  2019 perlu mendapatkan jaminan terkait fasilitas asuransi jiwa atau kesehatan. Hal ini menyusul sejumlah petugas KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan.

“Sekarang itu petugas KPPS memang tidak ada skema asuransi. Petugas yang menjadi korban jiwa, sakit, atau luka karena kecelakaan kerja harusnya negara memberi kompensasi yang sepadan,” ujar Titi.

Titi mengatakan para petugas KPPS saat ini tak mendapatkan asuransi apapun. Padahal mereka bekerja lebih dari 12 jam demi menyukseskan pemilu. Ia membandingkan korban sakit maupun meninggal pada Pemilu 2014. Saat itu, kata Titi, jumlah petugas KPPS yang meninggal tak sebanyak sekarang.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada pemilu tahun ini ada 16 petugas KPPS meninggal dunia. Sebanyak 12 di antaranya berasal dari Jawa Barat. Sementara empat lainnya di Sulawesi Selatan.

“Pemerintah harus memikirkan skema itu karena 2014 ada korban jiwa tapi tidak sebanyak sekarang. Jadi kalau dibandingkan yang 2019 ini memang korban jiwanya paling banyak,” katanya. (Sule)

Facebook Comments