Beranda Bandar Lampung

Korupsi Jalan Way Kambas, Bos Achilles Raja Divonis 6 Tahun Penjara

113
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi Korupsi, Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang, menjatuhkan vonis selama enam tahun penjara terhadap Direktur PT Achilles Raja, Sutanto, atas kasus korupsi proyek konstruksi peningkatan ruas jalan Rajabasa Lama Induk di Jalan Way KambasKecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Tahun Anggaran 2016 senilai Rp3,5 miliar.

Selain itu, Sutanto juga diminta untuk membayar denda sebanyak Rp200 juta dengan subsider enam bulan kurungan bui. Majelis Hakim menilai terdakwa Sutanto telah terbukti melakukan praktik korupsi dalam perkara ini.

Tak hanya itu saja, Sutanto juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar RP439 juta. Bila uang pengganti tidak dibayarkan, maka diganti dengan hukuman penjara selama dua tahun.

“Menyatakan terdakwa Sutanto secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” ujar Majelis Hakim yang dipimpin Siti Insirah saat membacakan amar putusannya beberapa waktu lalu.

Menurut Siti, hal-hal yang memberatkan Sutanto adalah karena perbuatannya tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi dan telah memperkaya diri sendiri. “Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan,” kata Siti.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), M. Habi, yang sebelumnya menuntut terdakwa Sutanto selama delapan tahun penjara. Baik Jaksa maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan disebutkan terdakwa Sutanto melakukan korupsi dengan cara pada saat pelaksanaan pekerjaan peningkatan ruas Jalan Raja Basa Lama Way Kambas pada sektor pengerjaan laston ACWC, terdakwa hanya menyelesaikan proyek tersebut dengan menggunakan laston sebanyak 760 ton, yang terdapat selisih sebesar 30 ton lebih dari perjanjian.

Perbuatan terdakwa tersebut telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,4 miliar lebih, dengan beberapa pengerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, yang seolah-olah pekerjaan tersebut dibuat dengan menghabiskan laston ACWC sebanyak 1553 ton. (Kardo)

Facebook Comments