Beranda Bandar Lampung

Kota Bandar Lampung Langganan Banjir, Walhi : Benahi Drainase dan Daerah Resapan Air!

52
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Banjir rendam Sukaraja. Foto: Oscar/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Di Provinsi Lampung terdapat banyak wilayah rawan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Salah satu yang menjadi daerah langganan banjir adalah ibukota provinsi, yakni Kota Bandar Lampung.

Banyaknya kawasan rawan banjir di Bandar Lampung disebabkan beberapa faktor. Mulai dari daerah resapan air yang beralih fungsi, hingga banyaknya drainase yang sempit.

Dari data yang dihimpun Kupas Tuntas, beberapa kawasan yang jadi langganan banjir adalah Kelurahan Kota Karang, Kedamaian, Way Halim, Tanjung Senang dan Perumahan BTN 2 Way Halim. Kemudian, Gelora Persada Rajabasa, Perumahan Villa Citra, kawasan sekitar RSUD AM, Jalan Pagaralam (Gang PU), Gang Persada di Jalan Pangeran Antasari, serta Jalan Sultan Agung.

Menurut Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung, Hendrawan faktor penyebab banjir di Bandar Lampung salah satunya karena banyak daerah resapan air yang berubah fungsi. Lokasi yang harusnya menyerap air justru berubah jadi perumahan, tempat wisata, hingga bangunan hotel dan restoran.

“Walhi memang belum ada data resmi berapa banyak kawasan hijau dan perbukitan yang beralih fungsi. Tetapi coba ditengok saja di daerah kecamatan Kemiling, banyak perumahan yang sudah berdiri. Belum lagi restoran hingga tempat wisata, padahal daerah itu adalah kawasan hijau,” ungkap Hendrawan, Minggu (21/4).

Menurutnya, daerah resapan air selama ini dikesampingkan fungsinya, padahal fungsinya itu sangat vital. Daerah resapan air adalah sebuah lokasi yang disediakan untuk masuknya air dari permukaan tanah ke dalam zona jenuh air. Sehingga membentuk suatu aliran air di dalam tanah.

Perubahan fungsi tersebut membuat ruang terbuka hijau menjadi berkurang. Sementara Pemerintah daerah tidak menyediakan ruang terbuka hijau di pusat kota.

“Bahkan dari sekitar 32 bukit yang ada di Bandar Lampung, hanya tinggal tiga bukit yang kondisinya masih baik. Maka ini menjadi PR bagi pemerintah, bagaimana ada pencegahan banjir. Seperti memperbanyak embung, hingga lubang biopori,” ucapnya.

Dinas Terkait Belum Siap Antisipasi Banjir

Terpisah, Wakil Walikota Bandar Lampung, M Yusuf Kohar menilai dinas terkait di Pemkot Bandar Lampung memang tidak siap mengantisipasi banjir. Salah satunya pada drainase dan sungai. Hasil pantauan Kohar, banyak drainase yang menyempit. Maka bila terjadi hujan, dipastikan bencana banjir tak kan terhindarkan.

Ditambahkannya, penyempitan juga terjadi akibat bangunan yang didirikan secara sembarangan dan mengokupasi saluran drainase. Akibatnya saluran tidak dapat menampung air dengan volume tinggi.

“Daerah yang jadi langganan banjir karena drainasenya sempit. Itu terjadi karena banyak bangunan yang asal berdiri. Seharusnya ada perbaikan drainase sebelum musim hujan,” ungkapnya.

Yusuf Kohar pun meminta Dinas Pekerjaan Umum Bandar Lampung agar memperbesar kembali beberapa saluran drainase yang menyempit. Jika tidak, banjir akan selalu terjadi pada saat hujan turun.

Pemkot Bandar Lampung Belum Normalisasi Sungai dan Drainase

Terpisah, Kepala BPBD Bandar Lampung, Syamsul Rahman mengatakan, untuk tahun ini Pemkot Bandar Lampung belum melakukan normalisasi sungai dan drainase. Namun jika ada beberapa titik yang akan dilakukan perbaikan, akan dikoordinasikan dengan dinas PU.

Terkait dengan penanganan banjir yang sering melanda wilayah Bandar Lampung, pihaknya meminta agar memperkuat koordinasi dengan dinas lainnya. Juga dengan aparat lingkungan setempat, seperti camat hingga lurah.

“Karena penyebabnya bukan hanya soal drainase saja, melainkan karena masyarakat yang masih sering membuang sampah ke sungai. Sehingga air tidak mengalir dengan lancar,” ucapnya.

Dari data BPBD, ada enam titik yang termasuk wilayah rawan banjir di Bandar Lampung. Titik tersebut rata-rata berada di bantaran kali atau anak sungai. Seperti Telukbetung Timur, Telukbetung Barat, Panjang, Bumi Waras, Telukbetung Selatan, dan Kedamaian. (Wanda)

Facebook Comments