Beranda Bandar Lampung

Penerbangan Internasional Radin Inten II Belum Ada Kejelasan

64
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/13-3.jpg
Bandara Radin Inten II. Foto: Tampan/Kupasradin

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Rencana pembukaan rute penerbangan internasional di Bandara Radin Inten II hingga kini belum ada kejelasan. Padahal Presiden Joko Widodo sudah menargetkan penerbangan internasional sudah beroperasi di bandara ini paling lambat pada awal April 2019.

Diminta tanggapannya, Humas Bandara Radin Inten II, Wahyu Aria Sakti mengatakan hingga saat ini pembukaan rute penerbangan internasional masih menunggu kesiapan dari pihak maskapai. Pihak bandara belum mendapatkan kepastian kapan rute internasional ini akan dibuka.

“Belum tahu kita kapan, masih menunggu kesiapan para pihak maskapai. Nanti diinfokan kalau sudah siap semua,” ujar Wahyu, Rabu (24/4/2019).

Maskapai Masih Analisis Minat Pasar

Dikatakannya, sejauh ini baru Maskapai Wings Air yang sudah menyatakan siap membuka rute penerbangan internasional dari Lampung menuju Singapura, dan sebaliknya. Sementara maskapai lainnya masih melakukan analisis pasar.

“Persiapan bandara sudah oke, tinggal menunggu airline saja. Yang baru mengajukan surat baru Wings Air, yang lain belum ada,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mempersiapkan penerbangan internasional, Tim Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Kementerian Perhubungan kembali mengecek kelengkapan sarana dan prasarana Bandara Radin Inten II, beberapa waktu lalu. Peninjauan ini untuk memeriksa peralatan pada bagian kedatangan penerbangan internasional. “Iya, mereka (Kemenhub) mengecek kelengkapan sarana prasarana pada kedatangan penerbangan internasional saja,” ungkapnya.

Di sisi lain, Branch Manager Sriwijaya Air Lampung, Fernando Purba mengatakan sejauh ini pihaknya masih menganalisa market untuk penerbangan internasional. Sehingga belum ditentukan akan membuka penerbangan internasional ke negara mana.

“Kita masih analisa marketnya bagaimana, karena kita juga di bawah Garuda Indonesia, masih koordinasi dengan Garuda. Marketnya kemana untuk internasionalnya apakah ke Piney, Kuala Lumpur, Singapura atau Bangkok,” ujar Fermando.

Bahkan jika rute internasional ini akan dibuka, untuk tarif penerbangan dari Maskapai Sriwijaya Air juga belum ditentukan. Ia mengaku pihaknya tidak bisa sembarangan membuka rute penerbangan karena harus berdasarkan perhitungan pasar atau jumlah penumpang. Jika peminatnya sepi, maka maskapai tidak akan membuka rute penerbangan itu.

“Tarif juga belum ditetapkan, kalau sudah pasti akan kami sosialisasikan ke masyarakat. Kita masih lihat kekuatan harian pasarnya bagaimana, berapa potensinya untuk tiap hari, segmennya apa apakah libur, atau pariwisata,” tandasnya. (Erik)

Facebook Comments