Dinkes Kota Metro Belum Tarik Obat Ranitidine dari Peredaran
Kupastuntas.co, Metro - Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro drg. Erla Andrianti, MARS belum mengeluarkan surat edaran mengenai penarikan obat ranitidine dari unit pelayanan kesehatan yang ada di Metro. Obat yang dikabarkan dapat memicu pertumbuhan sel kanker ini masih bisa ditemukan di beberapa apotik dan puskesmas setempat.
Ranitidine biasa digunakan untuk menangani masalah lambung dan usus. Obat ini disinyalir mengandung senyawa N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat memicu penyakit kanker. Oleh karenanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik izin peredaran obat ranitidine tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, drg. Erla Andrianti menyampaikan, pihaknya belum mengeluarkan surat edaran tertulis mengenai penarikan obat tersebut, namun dirinya sudah mengimbau ke pelayanan-pelayan kesehatan agar tidak menggunakan obat tersebut.
"Kami (Dinkes) baru sebatas memberi imbauan lisan kepada jajaran fasilitas kesehatan, baik Puskesmas, Rumah Sakit, dan Pemerintah, kata Erla, Senin (21/10/2019).
"Secara tertulis memang belum, masalahnya kami masih menunggu surat resmi dari Provinsi atau dari BPOM Provinsi atau dari Dinkes Provinsi, jadi ya tetep dari dasarnya," lanjutnya
Erla mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Asosiasi Ikatan Apoteker Indonesia (AIAI) guna menyampaikan ke provinsinya untuk tidak menjual obat tersebut," ucapnya
Sementara itu, eberapa unit pelayanan kesehatan yang ada di Metro mengatakan masih menunggu pernyataan resmi Dinkes setempat soal penarikan ranitidine. (Rani)
Berita Lainnya
-
Empat Pejabat Pemkot Metro Dirolling, Diantaranya Sekretaris Inspektorat Hingga Wadir RSUDAY
Senin, 19 Januari 2026 -
Musrenbang Purwoasri, Pemkot Metro Prioritaskan Infrastruktur Penopang Pangan
Senin, 19 Januari 2026 -
Usulan Pembangunan Hilang, Warga Banjarsari Ancam Demo Pemkot Metro
Kamis, 15 Januari 2026 -
DPRD Desak Pemkot Tepati Janji, Pembangunan Kantor Kelurahan Banjarsari Diminta Jadi Prioritas 2026
Kamis, 15 Januari 2026









