• Kamis, 28 Mei 2020

Libur Satu Minggu, Oleh Donald Harris Sihotang S.E, M.M.

Minggu, 22 Maret 2020 - 17.50 WIB - 185

Donald Harris Sihotang S.E, M.M.

Bung Kupas - Pada Jumat (20/03/2020), dalam meeting mingguan, di Kantor redaksi Kupas Tuntas grup saya putuskan SKH Kupas Tuntas per hari Senin (23/03/2020) libur atau tidak produksi sampai satu minggu ke depan.

Keputusan ini tidak enak bagi kami, dan pasti tidak nyaman bagi konsumen. Selama 13 tahun menggeluti industri pers, SKH Kupas Tuntas tidak pernah libur kecuali tanggal merah dan hari-hari besar. Namun keputusan ini untuk saat ini menurut kami adalah pilihan terbaik.

Mulai Senin (21/03/2020), teman-teman yang tergabung dalam Kupas Tuntas grup bekerja dari rumah, kecuali loper koran dan pracetak libur total. Kegiatan jurnalistik berbasis internet, yaitu website kupastuntas.co, Kupas TV Lampung, dan kupas_lampung.

Pertimbangan bekerja dari rumah hanya satu. Yaitu keselamatan. Sebab tidak ada pekerjaan seharga nyawa. Mengamati perkembangan sebaran virus corona sampai akhir pekan kemarin, sudah menjadi pandemi. Meluas ke-165 negara. Di Indonesia sudah menyeber ke-17 Provinsi, salah satunya Lampung.

Hingga Sabtu (21/3/2020) sore, data pemerintah pusat total ada 450 kasus pasien Covid-19 atau positif virus corona di Indonesia.

DKI Jakarta tercatat menjadi wilayah dengan pasien Covid-19 terbanyak, yaitu 267 kasus. Di Lampung, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, mengatakan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Corona, hingga Sabtu (21/03/2020) bertambah menjadi delapan orang. Sebelumnya, PDP Covid-19 di Lampung hanya empat orang. Satu pasien (62) yang sudah dinyatakan positif. Enam pasien saat ini diisolasi di RSUDAM Bandar Lampung.

Di antaranya, tiga laki-laki dan tiga perempuan. Lalu, satu perempuan (42) di RSU A Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung dan satu perempuan (11) di RSU Pringsewu. 

Di Italia, otoritas daerah setempat melaporkan 627 kematian baru akibat virus Corona atau COVID-19 dalam sehari. Jumlah total korban meninggal di Italia kini melampaui 4 ribu orang. Maraknya kasus virus corona di negara pizza itu karena kebanyakan warga awalnya menganggap enteng penyakit tersebut.

Tidak mematuhi himbauan social distancing dari pemerintahnya, yaitu untuk sementara menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Sebebelum banyak dari mereka yang tumbang,  kebanyakan warga merasa kebal. Seperti dilansir AFP, Sabtu (21/3/2020), otoritas Italia melaporkan total 4.032 orang meninggal dunia akibat virus Corona di wilayahnya. 

Jumlah kasus virus Corona di Italia terus bertambah meskipun pemerintah telah memberlakukan lockdown nasional untuk menghentikan penyebarannya. Pada Jumat (20/3/2020) waktu setempat, otoritas Italia melaporkan nyaris 6 ribu kasus baru virus Corona dalam sehari.

Jumlah ini juga mencetak rekor baru internasional untuk jumlah kasus baru tertinggi dalam sehari. Total kasus virus Corona di wilayah Italia kini dikonfirmasi mencapai 47.021 kasus.

Sejak Kamis (19/3/2020) waktu setempat, jumlah total korban meninggal akibat virus Corona di Italia telah melampaui jumlah total korban meninggal di China, negara yang menjadi lokasi awal terdeteksinya virus ini. Diketahui bahwa kini 3.255 orang dilaporkan meninggal akibat virus Corona di wilayah China. 

Namun tidak hanya itu, jumlah kematian baru dalam sehari di Italia juga disebut lebih tinggi dari angka yang dilaporkan secara resmi oleh otoritas China saat wabah virus Corona mencapai puncak di Provinsi Hubei dan kota Wuhan, yang menjadi pusat wabah pada saat itu.

Dengan total 4.032 orang meninggal di wilayahnya, Italia berarti menyumbang 36,2 persen dari total jumlah korban meninggal secara global, yang kini ada di angka 11.311 orang berdasarkan data penghitungan Johns Hopkins University.  

Sistem kesehatan kelas dunia di Italia kini berada di tepi jurang, terutama di wilayah Utara yang menjadi pusat utama penyebaran pandemi. Orang-orang dirawat di lapangan rumah sakit dengan dokter dan perawat terinfeksi karena kurangnya perlindungan yang memadai. 

Kini, hampir semua orang Italia diminta tinggal di rumah.  Lockdown telah diberlakukan di Italia selama hampir dua pekan sebagai bagian dari upaya pihak berwenang untuk menghentikan laju penyebaran virus corona.

Sejak pekan lalu, pemerintah Italia juga memerintahkan semua toko ditutup, kecuali toko bahan pangan dan apotek. Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan semua bar, restoran, salon, dan divisi kantor yang tidak bersifat esensial mesti sementara ditutup. Adapun layanan antar makanan bakal diperbolehkan.

Langkah itu dibarengi dengan penutupan sekolah, pusat kebugaran, kolam renang, kelab malam, museum dan resor ski di seantero Italia.  

Yang lebih menyedihkan lagi, korban meninggal akibat virus corona di Italia karena jumlahnya yang terus bertambah,  terpaksa diangkut menggunakan truk-truk militer setempat, pemakamannya pun dilakukan secara massal dan tidak lagi dihadiri oleh anggota keluarga atau kerabat terdekat. Memilukan sekali.

Total kasus positif virus corona di seluruh dunia kini telah mencapai lebih dari 220 ribu. Lebih dari 10 ribu orang tewas akibat penyakit tersebut. Kita berharap jangan sampai musibah di Italia terjadi di Negerti ini. Lebih baik mencegah sebelum semakin parah.

Apalagi kemampuan tenaga medis kita terbatas, baik dari jumlah maupun peralatan. Untuk semetara ini, berdiam diri di rumah adalah pilihan terbaik. Mengurangi kegiatan berkumpul dan beriteraksi dengan banyak orang. 

Tidak berdekatan dan berkumpul adalah tindakan penting yang dilakukan untuk menghentikan atau setidaknya memperlambat kecepatan penyebaran virus corona (COVID-19). Dengan melakukannya, orang yang terinfeksi virus, baik yang menunjukkan gejala sakit maupun yang tampak sehat, tidak menularkan virus ke orang-orang sehat. Terakhir, jangan lupa berdoa, semoga situasi ini segera membaik. (*)

  • Editor : Didik Tri Putra Jaya