• Sabtu, 08 Agustus 2020

Rapid Test Dahsyat, Oleh Zainal Hidayat, S.H.

Kamis, 02 April 2020 - 07.29 WIB
53

Oleh Zainal Hidayat, S.H.

Bung Kupas - Sistem pendeteksian virus Corona melalui rapid test atau tes cepat, ternyata cukup dahsyat. Di sejumlah daerah terutama di pulau Jawa, sudah terdeteksi puluhan bahkan ratusan warga yang dinyatakan positif Covid-19.  

Seperti yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, yang melaksanakan rapid test terhadap 1.582 orang, dan 65 di antaranya positif Corona atau mencapai sekitar 4,1 persen. Rapid test tersebut diprioritaskan kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan tenaga kesehatan.  

Rapid test Covid-19 yang dilakukan di Provinsi Banten, juga menemukan ada 106 orang terindikasi positif Covid-19. Di Provinsi  Jawa Barat, dari 10.597 orang yang mengikuti rapid test, terdapat 409 orang yang terindikasi positif Covid-19. Rapid tes diselenggarakan selama sepekan hingga Selasa (31/03/2020).

Ternyata, deteksi rapid test cukup ampuh untuk menjaring para warga yang terpapar virus mematikan ini. Bagaimana dengan di Provinsi Lampung? Hingga kini di Provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai belum pernah terdengar apakah sudah pernah dilakukan rapid test secara massal atau belum? Padahal, Pemprov Lampung sudah menyerahkan alat rapid test kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota masing-masing sejumlah 2.400 buah.

Deteksi virus Corona perlu dilakukan secara cepat, sehingga mereka yang terpapar bisa cepat dilakukan isolasi dan penanganan secara intensif. Jangan sampai warga yang sebenarnya memiliki gejala virus Corona masih bebas berkeliaran bebas, karena tidak pernah dilakukan pemeriksaan.

Apalagi, saat ini pemudik dari pulau Jawa sudah mulai pulang kampung ke Pulau Sumatera termasuk Provinsi Lampung. Pasalnya, sejumlah perusahaan di Pulau Jawa sudah mengurangi produksinya, sehingga banyak pekerja yang sementara waktu diistirahatkan. Pertanyannya, apakah pemeriksaan terhadap warga yang baru tiba dari Pulau Jawa sudah berjalan efektif dan maksimal?

Sebagai bahan pertimbangan, Pakar Statistika dan alumni MIPA Univeritas Gadjah Mada (UGM) memprediksi pandemi virus Corona di Indonesia baru bakal berakhir pada Mei 2020 mendatang. Analisis ini mengembangkan dari pemodelan teori antrian.

"Dari hasil analisis pandemi Covid-19 akan berakhir pada 29 Mei 2020 dengan minimum total penderita positif disekitar 6.174 kasus. Dengan intervensi pemerintah yang berhasil dengan baik , total penderita Corona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir Pandemi pada akhir Mei 2020," kata Guru Besar Statistika UGM, Prof.Dr.rer.nat Dedi Rosadi.

Artinya, Pemprov Lampung bersama Pemkab/Pemkot se-Lampung harus merapatkan barisan untuk membendung jangan sampai pemaparan virus Corona dari zona merah di Pulau Jawa merembet masuk wilayah Provinsi Lampung. Respon berlebihan memang tidak diperlukan, namun kesiapsiagaan dan kewaspadaan harus ditingkatkan. (*)