• Kamis, 28 Mei 2020

Minimalisir Penyebaran Covid-19, 30 Napi di Lapas Metro Dibebaskan

Jumat, 03 April 2020 - 08.35 WIB - 123

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Metro secara simbolis menyerahkan surat keterangan bebas bersyarat kepada salah satu Napi di Lapas setempat. Foto: Johansyah/Kupastuntas.co

Metro - Untuk meminimalisir sekaligus pencegahan Virus Corona atau sering disebut Covid-19, sebanyak 30 Narapidana di Lembaga  Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Metro dibebaskan bersyarat, pada Kamis (02/04/2020).

Kepala Lapas kelas IIA Kota Metro Ade Kusmanto mengungkapkan, pembebasan puluhan narapidana tersebut melalui metode asimilasi dan integrasi. Hal itu sesuai dengan Permenkumham No. 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkumham nomor : M.HH-19.PK/01/04.04.04 Tahun   2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak Integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Tepat dihari ini kami telah melaksanakan pengeluaran dan penghadapan narapidana yang mendapatkan asimilasi di rumah atau tempat tinggal sebanyak 30 narapidana ke rumah masing-masing dan sudah diserah terimakan ke Bapas Metro," ungkapnya.

Ia mengatakan, pembebasan puluhan napi Lapas Metro tersebut berlangsung mulai tanggal 1 hingga 7 April 2020 mendatang. “Pembebasan narapidana untuk asimilasi ini akan berlangsung dari tanggal 1 April  sampai dengan 7 April 2020. Saya berpesan kepada narapidana agar dapat   memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar tidak kembali kedalam lapas lagi," ujarnya.

Ketentuan bagi narapidana dan anak yang dibebaskan melalui asimilasi. Pertama, narapidana yang dua pertiga masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020, dan anak yang setengah masa pidananya jatuh sampai dengan 31 Desember 2020.

Narapidana dan anak yang tidak terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, tidak sedang menjalani subsider dan bukan warga negara asing.

Dari pantauan media, puluhan narapidana yang bebas bergelombang pertama melakukan sujud syukur. Mereka mengaku bahagia hingga meneteskan air mata. (*)


  • Editor : Qhasmal Qhadumi