• Kamis, 09 Juli 2020

Moda Transportasi Kembali Beroperasi, Pengamat: Terpenting Fasilitas Protokol Kesehatan Disediakan

Selasa, 02 Juni 2020 - 19.43 WIB
21

Pengamat Transportasi Provinsi Lampung, Ilham Malik. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Adanya wacana New Normal atau normal baru di tengah Pandemi Covid-19, akan membuat semua aktifitas kembali berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Begitu halnya dengan moda transportasi yang akan kembali beroperasi secara normal, setelah dalam beberapa waktu diberhentikan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Transportasi Provinsi Lampung, Ilham Malik mengatakan, dengan diaktifkanya kembali moda transportasi, menjadi momen penting. Dimana hal tersebut dinilai menadakan bahwa aktifitas dalam berbagai hal akhirnya lancar kembali seiring dengan aktifitas transportasi baik darat, laut dan udara yang mulai beroperasi.

"Terutama transportasi udara dan laut yang berperan penting dalam kelancaran aktifitas ekonomi kita. Meskipun pada saat ini angkutan barang masih berjalan, tapi akan berbeda dampak apabila angkutan pribadi bisa menggunakan pelabuhan dan bandara," ungkapnya, Selasa (02/06/2020)

Selain itu, Ilham juga menerangkan, terkait protokol kesehatan, pihaknya menilai masyarakat sudah paham bahwa mereka harus jaga jarak dan menggunakan masker saat berpergian. Tetapi yang terpenting adalah, fasilitas untuk prtokol kesehatan itu harus ada, seperti masker itu harus dibagikan, kemudian masyarakat juga disediakan cuci tangan dan tisu pembersih, serta  pengaturan jarak tempat duduk.

Ilham melanjutkan. yang harus diperhatikan adalah penyeberangan laut. Fasilitas di transportasi laut harus didesain ulang, seperi tempat cuci tangan harus disediakan di setiap sudut dan tidak di toilet. Kemudian tempat duduk harus diberikan jarak. Oleh karena itu kapasitas kapal harus diatur, sehingga daya tampung tetap baik tetapi tetap menjaga jarak.

"Menurut saya ini akan baik-baik saja, apalagi persoalan Covid-19 ini lebih ringan dari penyakit lain, meskipun harus tetap diwaspadai. Masyarakat sudah paham," ujarnya. (*)