• Rabu, 12 Agustus 2020

BNNP Lampung Targetkan 10 Desa Bersinar

Kamis, 02 Juli 2020 - 15.39 WIB
25

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, saat menjadi narasumber dalam program Kupas Podcast di Studio Podcast Kupas Tuntas, Kamis (2/7), yang dipandu oleh Direktur Utama Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang. Foto: Tampan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menargetkan 10 desa atau kelurahan bersih dari narkoba (Bersinar) di lima perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) seperti Metro, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.

Program ini sudah dimulai sejak Juli ini. Dimana masing-masing BNNK itu ditargetkan menciptakan dua desa atau kelurahan Bersinar. 

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya mengatakan, desa atau kelurahan Bersinar itu diharapkan dapat tercapai dalam kurun waktu tiga bulan kedepan. Sehingga nantinya bisa menyasar ke desa atau kelurahan yang lain.

"Jadi saya minta di BNNK tolong disurvei yang betul, program apa yang tepat untuk kita berikan kepada warga. Setelah tercapai nanti akan diperluas lagi sehingga kedepannya opsi saya Lampung Bersinar jargonnya, mudah-mudahan ini bisa diwujudkan, tidak hanya angan-angan saja. Dan tidakhanya dalam terori saja tetapi diimplementasikan,” kata Brigjen I Wayan, saat menjadi narasumber dalam program Kupas Podcast di Studio Podcast Kupas Tuntas, Kamis (2/7). 

Dalam rangka memperluas pencegahan peredaran narkoba di Provinsi Lampung, Brigjen I Wayan mengatakan, pihaknya sedang mencoba komunikasi dengan beberapa Pemerintah Daerah untuk membangun BNNK baru seperti di Lampung Utara (Lampura), Mesuji, dan Tulangbawang Barat (Tubaba).

"Kami sudah bertemu bupati Lampura, Mesuji, Tubaba untuk pembangaunan BNNK masing-masing karena di wilayah itu rawan naskoba apa lagi di Mesuji. Jadi diawali oleh pemda, asetnya dari pemda baru ditindaklanjuti ke BNN pusat,” ujarnya.

Menurut dia, secara umum semua daerah di Provinsi Lampung merupakan rawan peredaran narkoba bahkan sampai ke desa-desa.

"Tapi yang jelas tingkat kerawanannya di kota, seperti Bandar Lampung, baru ke wilayah pinggiran, Tulangbawang, termasuk Mesuji,” pungkasnya. (*)