• Minggu, 09 Agustus 2020

Ike Edwin dan Firmansyah Mengaku Siap di Usung Partai Politik

Kamis, 02 Juli 2020 - 16.34 WIB
58

Bakal calon Wali Kota Bandar Lampung, Firmansyah dan Ike Edwin, saat mengikuti Dialog Demokrasi di UBL, Kamis (2/7). Foto: Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dua Bakal Calon Perseorangan Wali Kota Bandar Lampung baik Firmansyah dan juga Ike Edwin siap untuk dipinang Partai Politik, apabila pencalonannya sebagai calon independen dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasalnya, saat ini KPU kota Bandar Lampung tengah melakukan verifikasi faktual terkait dukungan dari kedua pasangan bakal calon Wali Kota Bandar Lampung tersebut.

Namun hingga saat ini, menurut data dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandar Lampung, ditemukan ribuan dukungan dari kedua bakal calon tersebut dinyatakan TMS, karena mengaku tidak mendukung, ASN, dan juga dari penyelenggara pemilu.

Bakal Calon Wali Kota, Ike Edwin mengatakan, pihaknya siap apabila dipinang oleh partai politik. Menurutnya, bagaimana prosesnya dengan siapa nanti dipinang, dirinya siap bekerja dan beribadah, serta membuat Lampung menjadi yang terbaik.

"Karena saya mau cari apa lagi, begini sudah syukur, ingin beribadah di kampung halaman. Terpenting untuk kebaikan Lampung," ungkapnya saat ditemui usai mengikuti dialog demokrasi di Universitas Bandar Lampung (UBL), Kamis (2/7).

Hal yang sama juga disampaikan Bakal Calon Wali Kota, Firmansyah. Dirinya mengatakan, apabila melalui jalur independen ini dirinya tidak lulus, maka siapa dipinang oleh parpol. Menurutnya, memilih maju melalui jalur independen, dikarenakan untuk mengabdi hanya untuk rakyat. KecualiĀ  apabila diusung oleh parpol tanpa mahar dan deal-deal politik, tapi hanya menganggap layak maju.

"Kita ingin Pilkada mengahasilkan orang-orang yang memang bisa menjalankan pemerintahan sebagai mana harapan masyarakat. Kami hadir sebagai calon alternatif, maju sebagai independen memberikan tawaran solusi dan ajakan yang berbeda yang sudah ada," ungkapnnya

"Jadi tidak menutup diri, dengan catatan tidak ada politik uang, tidak ada mahar politik, tidak ada komitmen yang mementingkan golongan-golongan tertentu, dibanding kepentingan masyarakat," tandasnya. (*)