Pringsewu Hasilkan 90783 Ton Beras Pada 2021
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Pringsewu - Kabupaten Pringsewu selama tahun 2021 dari sektor Pertanian menghasilkan 90.783 ton beras yang berasal dari 9 Kecamatan yang ada di wilayah Pringsewu.
Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pringsewu, Luky Adrian mengatakan, dari jumlah beras tersebut Pringsewu masih mendapat surplus sebesar 60.783 ton beras, karena kebutuhan beras di Kabupaten Pringsewu hanya berkisar 30.000 ton per tahun.
"Jadi pada 2021 ini dari perhitungan kami, Pringsewu surplus karena kebutuhan kita untuk beras hanya sebesar 30.000 ton per tahun," ujar Luky, saat dikonfirmasi, Rabu (15/12/2021).
Luky menerangkan, produksi beras pada tahun ini menurun dari tahun lalu, dimana untuk tahun 2020 jumlah produksi beras di Pringsewu mencapai 94.411 ton atau selisih 3.628 ton. Kendati begitu, angka produksi di tahun 2021 tetap mengalami keuntungan.
"Ada penurunan produksi di tahun 2021 tapi tidak signifikan, karena ada beberapa wilayah yang beralih komoditas dari padi ke tanaman lain, seperti sayur di daerah Sukoharjo 40 hektar lahan disana berubah jadi tanaman cabai dan di beberapa tempat lain juga sama. Mulai beralih waktu musim tanam gaduh kemarin berganti dari padi ke sayuran," jelasnya.
Tidak hanya itu, faktor lain penyebab turunnya produksi beras di tahun 2021 adalah besarnya serangan hama tikus yang mengganggu produkivitas tanaman padi, sehingga berdampak pada jumlah produksi beras di tahun ini.
"Jadi untuk hama mengurangi potensi produktivitas walaupun tidak menyebabkan puso, tapi produktivitas tanaman pasti akan turun. Apalagi serangannya dalam intensitas yang tinggi, pasti akan mengurangi produktivitas," terangnya.
Ia menambahkan, memang serangan tikus menjadi salah satu sebab penurunan produksi tahun 2021. Oleh karena itu hama tikus menjadi atensi atau perhatian kita di 2021/2022 pada musim tanam rendeng. Bahkan petani sudah melakukan gropyokan karena melihat besarnya intensitas serangan pada musim gaduh kemarin.
"Kalau tidak kita lakukan gropyokan secara massal, maka di musim rendeng ini akan lebih parah lagi," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : HARGA MINYAK TERUS NAIK, DISPERINDAG GELAR OPERASI PASAR DI 15 KOTA DAN KABUPATEN
Berita Lainnya
-
Ketika Cemburu Nyaris Merenggut Nyawa
Rabu, 13 Mei 2026 -
Polisi Bongkar Modus Gadai Mobil Bodong di Pringsewu, Pelaku Ditangkap di Jambi
Senin, 11 Mei 2026 -
Polisi Periksa Saksi Kasus Dugaan Penipuan Anggota DPRD Pringsewu terkait Bisnis MBG
Senin, 11 Mei 2026 -
Diduga Pecah Kongsi Bisnis Dapur MBG, Anggota DPRD Pringsewu Laporkan Rekan Satu Fraksi
Kamis, 07 Mei 2026








