Residivis Curanmor Spesialis Masjid di Bandar Lampung Dibekuk Polisi
Pelaku saat digiring polisi. Foto : Martogi/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Nana Sutisna (26) warga Kedamaian Bandar Lampung, residivis curanmor spesialis sasaran Masjid dan Musholla berhasil dibekuk polisi saat bersembunyi di kediamannya pada Minggu (7/8/2022) lalu.
Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito mengatakan pelaku berhasil diamankan setelah aksinya sempat terekam oleh CCTV di area parkir Masjid Al-Wutsqo, Way Halim Permai pada 29 Juli 2022 sekitar jam 05.00 WIB. Namun, rekannya KSW (DPO) melarikan diri dan masih diburu oleh polisi.
"Dari rekaman CCTV terdapat dua pelaku yang beraksi dan saat ini rekannya KSW (DPO) masih dalam pengejaran anggota," kata Kompol Wasito, Selasa (9/8/2022).
Ia menjelaskan setiap beraksi pelaku selalu menyasar ke Masjid atau Musholla sebagai target pencurian dan dilakukan setiap subuh hari.
"Jadi sasaran pelaku yaitu korban yang sedang melakukan salat jamaah di Masjid atau Musholla. Sebelum beraksi, pelaku hunting terlebih dahulu mencari sasarannya," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah melakukan aksi curanmor di wilayah Sukarame sebanyak dua kali dan sekali di wilayah Tanjungkarang Barat.
"Pelaku merupakan residivis dan modusnya yaitu mencari motor yang terparkir di halaman Musholla atau Masjid, kemudian ketika korban lengah dan tanpa pengawasan, pelaku langsung mengeksekusi motor korban dengan cara merusak kontak kunci stang menggunakan kunci letter T," jelasnya.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku yaitu tiga unit motor matic, dua buah helm, kunci letter T dan jaket yang dikenakan pelaku saat beraksi.
"Kini pelaku dipersangkakan Pasal 363 KUHP ayat 2 dengan ancaman kurungan penjara 9 Tahun dan sudah ditahan di Polsek Sukarame," ucapnya.
Sementara itu, pelaku Nana Sutisna (26) mengaku sudah lupa berapa banyak TKP yang telah menjadi sasarannya."Saya lupa pak, yang saya ingat Way Halim dan TKB," ucapnya.
Ia mengaku mencari target sasaran motor yang mau dicuri secara acak. "Seketemunya aja pak," singkatnya.
Ia mengaku sudah menjual hasil motor curian melalui Facebook seharga Rp 4,5 juta per unit. "Baru dua yang dijual COD via Facebook, hasilnya saya pakai buat kebutuhan keluarga sehari-hari," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
UIN RIL Siap Sukseskan PON XXIII 2032 di Lampung
Kamis, 09 April 2026 -
Rektor UIN RIL Lantik Kepala Pusat serta Ketua dan Sekretaris Program Studi
Kamis, 09 April 2026 -
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Soroti Minimnya Data Infrastruktur Sekolah, Minta Disdik Buat Peta Prioritas
Kamis, 09 April 2026 -
Cegah Kebakaran Akibat Listrik dengan Langkah Sederhana, PLN UID Lampung Bagikan Tips
Kamis, 09 April 2026








