Investasi di Lampung Selatan, 3 Sektor Ini Paling Diminati Investor
Gedung Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Selatan. Foto: Handika/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, terdapat tiga sektor investasi yang paling diminati investor di tahun 2023.
Kepala DPMPTSP Lamsel, Rio Gismara mengatakan, data realisasi investasi berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal di kabupaten setempat ada 3 sektor utama yang diminati oleh investor dan pelaku usaha.
"Pertama, sektor Pertambangan, lalu sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. Serta sektor perikanan," kata Rio, saat dikonfirmasi, Senin (13/11/2023).
Disamping itu lanjut Rio, ada 3 sektor sekunder yang juga diminati oleh investor maupun pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan.
"Sektor indutri makanan, kemudian sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya," sambungnya.
Selanjutnya, sektor industri karet dan plastik juga masuk dalam sektor sekunder yang diminati oleh investor untuk menanamkan modalnya.
Pemkab Lamsel telah melakukan berbagai upaya untuk menarik investor ke Lampung Selatan, diantaranya membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lampung Selatan.
"Sebagai wujud dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan didalam pelayanan masyarakat," lanjut Rio.
Selanjutnya, membangun jaringan website informasi yang selalu update dalam memberikan Informasi terkait perkembangan investasi.
"Lalu, pembangunan daerah secara berkesinmabungan. Turut Serta di setiap ekshibisi, expo dan pameran baik tingkat daerah, provinsi dan nasional untuk memperkenalkan potensi Lampung Selatan kepada investor," urainya.
Rio menambahkan, capaian target investasi di tahun 2022 mencapai Rp7.615.894.431.796, dimana target realisasi di tahun 2023 berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Lampung Selatan adalah 10 persen dari capalan target tahun sebelumnya.
"Besaran prosentase sampai triwulan 2 tahun 2023, tercatat sudah Mencapai Sekitar 15,65 persen," ujarnya.
Disoal mengenai apa yang menjadi kendala Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk menarik minat investor, Rio menyebut ada dua faktor.
"Infrastruktur jaringan internet yang belum merata atau blankspot di 17 Kecamatan di Kabupaten Lampung selatan. Ditambah lagi, masih belum terintegrasinya peta Tata Ruang Secara Digital (RDTR Digital)," cetus Rio.
"Hal itu menyulitkan calon investor untuk memperoleh informasi awal mengenai tata ruang daerah," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Jatuh dari Kapal di Selat Sunda, Warga Lampung Utara Bertahan Semalaman di Laut dan Selamat di Pulau Penjurit
Jumat, 05 Juni 2026 -
Inspektorat Lamsel Ungkap Pegawai Dinkes Terima Rp 3 Juta Tiap Bendahara Puskesmas
Kamis, 04 Juni 2026 -
Gara-gara Utang 210 Juta, Ibu di Natar Laporkan Anak Kandung ke Polisi
Kamis, 04 Juni 2026 -
Dua Pemuda Bobol Warung di Desa Rangai Tri Tunggal Lampung Selatan, Gasak Uang 4 Juta dan Puluhan Rokok
Kamis, 04 Juni 2026








