• Minggu, 07 Juni 2026

Buaya Gigit Warga Sragi Lamsel Berhasil Ditangkap

Jumat, 02 Februari 2024 - 13.09 WIB
73

Bhabinkamtibmas Polsek Sragi, Polres Lamsel, Aiptu Devi Firmansyah saat mengecek buaya yang ditangkap warga. Jumat (2/2/2024). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Seekor buaya muara yang pernah menggigit Sukri warga Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel), telah tertangkap oleh warga setempat.

Sebelumnya, seekor buaya muara menyerang Sukri dan mengakibatkan 18 jahitan pada tangan sebelah kanannya, pada Rabu (10/1/2024) silam, sekitar pukul 09.45 WIB.

Lokasi kejadian, yakni di tambak milik Sukri terletak dekat dengan bantaran Sungai Way Sekampung, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, buaya muara panjang sekitar 3 meter tersebut ditangkap oleh warga bernama Juani menggunakan perangkap jerat, Kamis (1/2/2024) kemarin, kisaran pukul 22.00 WIB.

Kapolsek Sragi, Iptu Zuhdi membenarkan, ihwal penangkapan buaya muara yang pernah membuat Sukri terluka gigitan pada lengan sebelah kanan.

"Betul. Ditangkap oleh warga," kata Zuhdi saat dikonfirmasi. Jumat, (2/2/2024).

Usai berhasil ditangkap oleh warga, lanjut Zuhdi, seekor buaya muara tersebut dibawa ke Terminal Bunut tepatnya di Aula Masjid Desa Bandar Agung.

"Petugas kami yakni Bhabinkamtibmas Aiptu Devi Firmansyah hari Jumat (2/2/2024) ini, sekitar pukul 08.30 WIB, sudah berada di lokasi untuk mengecek buaya tersebut," ujarnya.

BACA JUGA: Ngeri! Babat Rumput Dekat Sungai, Warga Sragi Lamsel Digigit Buaya

Zuhdi menambahkan, masyarakat merasa sangat senang atas penangkapan buaya yang sempat membuat warga takut ke lokasi tambak di bantaran Sungai Way Sekampung itu.

"Iya, masyarakat jadi tidak takut lagi untuk pergi ke tambak," tuturnya.

Zuhdi menyatakan, buaya muara itu akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung.

"Selanjutnya, buaya tersebut akan diserahkan ke BKSDA Lampung," urainya.

Tak pelak, kabar tertangkapnya buaya muara itu membuat warga penasaran dan ingin melihat langsung dengan mendatangi Aula Masjid Desa Bandar Agung. 

"Saya mengimbau, masarakat yang ingin melihat jangan terlalu dekat dengan buaya," pungkas Zuhdi. (*)

Editor :