• Kamis, 05 Februari 2026

Jaga Kelancaran Mudik Lebaran 2025, Dishub Bandar Lampung Terjunkan 155 Personel

Minggu, 23 Maret 2025 - 15.55 WIB
91

Kepala Dishub Pemkot Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu. Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan 155 personel untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2025. 

Kepala Dishub Pemkot Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengungkapkan bahwa personel tersebut akan disiagakan untuk menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik, baik pada periode arus mudik maupun arus balik.

“155 personel disiagakan untuk pengamanan mudik di Bandar Lampung. Bila nantinya diperlukan penambahan personel, kami akan menambah sesuai kebutuhan,” ujar Socrat, Minggu (23/3/2025). 

Pengamanan mudik ini akan dilakukan dalam rangka mendukung Operasi Krakatau 2025, yang mencakup pengamanan pada masa pra dan pasca Lebaran. 

Untuk memastikan pengamanan yang maksimal, Dishub Pemkot Bandar Lampung telah berkoordinasi dengan Polresta Bandar Lampung mengenai penempatan personel di beberapa posko strategis.

"Posko-posko tersebut akan ditempatkan di beberapa titik yang memang membutuhkan pengamanan lebih, seperti di Rajabasa, Ramayana, serta setiap jalur masuk dan keluar Bandar Lampung," jelas Socrat.

Personel di posko-posko tersebut akan terdiri dari gabungan berbagai instansi, termasuk Polri, TNI, Dishub, Pol PP, BPBD, dan Damkar.

Socrat juga mengimbau masyarakat yang berencana mudik untuk mempersiapkan kondisi fisik dan kendaraan mereka agar perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman. 

“Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, dan periksa kesehatan fisik sebelum berangkat. Mudik harus dilakukan dengan persiapan matang agar perjalanan bisa aman, nyaman, dan menyenangkan,” katanya.

Bagi masyarakat yang tidak mudik, Socrat mengingatkan untuk tetap berhati-hati saat berkendara dan menghindari bepergian jika tidak ada keperluan mendesak. 

“Lebih baik di rumah saja jika tidak ada urusan mendesak. Hal ini untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan,” pungkasnya. (*)