YLKI Kecam Kenaikan Tarif Angkutan Lebaran 20 Persen: Ekonomi Lagi Sulit
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung, Subadra Yani Moersalin. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Keputusan DPD Organda
Lampung yang mengizinkan perusahaan otobus (PO) untuk menaikkan tarif angkutan
Lebaran hingga 20 persen pada musim mudik Lebaran 2025, memicu reaksi dari
berbagai pihak.
Salah satunya adalah Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI) Lampung, Subadra Yani Moersalin, yang menilai langkah tersebut tidak
tepat.
Menurut Moersalin, tarif angkutan tidak bisa sembarangan
dinaikkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Ia menegaskan
bahwa pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, justru tengah memberikan
penurunan tarif pada sektor transportasi lainnya, seperti pesawat terbang dan
kereta api, bahkan ada pula diskon untuk meringankan beban masyarakat.
"Justru pemerintah berupaya meringankan beban masyarakat
dengan penurunan tarif dan diskon. Di saat yang sama, Organda malah menaikkan
tarif. Ini sangat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, apalagi
di musim mudik Lebaran," ujar Moersalin. Minggu (23/3/2025).
YLKI Lampung pun menyarankan agar yang dinaikkan adalah tarif
batas atas, bukan tarif yang berlaku saat ini, sebelum adanya penambahan tarif.
Moersalin juga mendesak pemerintah daerah untuk segera
memanggil pihak Organda dan perusahaan otobus untuk memberikan penjelasan yang
jelas mengenai alasan kenaikan tarif tersebut.
"Pemda harus segera turun tangan untuk menertibkan ini.
Dinas Perhubungan harus meminta Organda untuk menjelaskan dasar kenaikan tarif
ini. Pemerintah sedang berupaya memberikan diskon dan kemudahan bagi
masyarakat, jadi seharusnya semua sektor transportasi mengikuti kebijakan
tersebut," tambah Moersalin.
YLKI Lampung mengimbau agar tindakan ini segera diselesaikan
sebelum musim mudik Lebaran 2025 semakin ramai, demi menjaga kepentingan dan
kenyamanan masyarakat yang tengah mempersiapkan perjalanan mudik.
"Kita mendesak segera memanggil pihak Organda dan PO,
sebelum musim mudik ini ramai," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pakar Transportasi Usulkan Skema KPBU untuk Pembangunan Jalur Kereta Api Ganda
Rabu, 04 Februari 2026 -
UIN RIL Buka Tiga Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Capai 6.000 Orang
Rabu, 04 Februari 2026 -
Sambut Imlek, Azana Lampung Luncurkan Hampers 'Lunar Fortune' Berkonsep Premium
Rabu, 04 Februari 2026 -
Mahasiswa PBI Universitas Teknokrat Indonesia Pamerkan Inovasi Card Games dan Board Games Grammar di Ajang EXPO
Rabu, 04 Februari 2026









