• Rabu, 04 Februari 2026

Anggota DPRD Lampung Harap Proses Hukum Dua Oknum TNI Transparan dan Objektif

Selasa, 25 Maret 2025 - 13.47 WIB
73

Anggota Komisi I DPRD Lampung yang membidangi masalah hukum, Budiman AS. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Anggota Komisi I DPRD Lampung yang membidangi masalah hukum, Budiman AS, meminta agar proses hukum terhadap dua oknum TNI yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan tiga anggota kepolisian di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, dilakukan secara transparan tanpa pandang bulu diselesaikan secara tuntas.

"Dalam negara hukum, siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku. Atas insiden penggerebekan judi sabung ayam yang berujung pada tewasnya tiga polisi, saya berharap kasus ini diselesaikan hingga tuntas agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan," ujarnya saat dikonfirmasi Selasa 25 Maret 2025.

Budiman mengapresiasi langkah cepat Polda Lampung dan Korem 043 Garuda Hitam yang segera melakukan joint investigasi untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut. Menurutnya, koordinasi yang baik antara institusi penegak hukum sangat penting guna menghindari spekulasi dan memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan.

"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Tiga anggota kepolisian gugur dalam tugas, dan ada dua oknum TNI yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Kami berharap proses hukum berjalan transparan dan objektif," ujarnya.

Lebih lanjut, Budiman menyoroti praktik judi sabung ayam yang masih marak terjadi di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa perjudian ini bukan sekadar aktivitas ilegal, tetapi juga kerap melibatkan berbagai pihak yang berpotensi menciptakan konflik dan pelanggaran hukum lainnya.

"Judi sabung ayam ini bukan sekadar masalah perjudian, tetapi juga sering kali melibatkan pihak-pihak tertentu yang berpotensi menciptakan konflik dan pelanggaran hukum lainnya," katanya.

Selain itu, Budiman meminta pemerintah dan institusi kepolisian memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka dalam menjalankan tugas negara.

"Mereka gugur saat bertugas menegakkan hukum. Negara harus hadir untuk memberikan penghormatan dan jaminan bagi keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.

Budiman juga mengingatkan agar insiden ini tidak memicu ketegangan antara institusi TNI dan Polri. Menurutnya, sinergitas antara dua lembaga tersebut harus tetap dijaga demi kepentingan masyarakat dan stabilitas keamanan di Lampung.

"Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita semua untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada pihak berwenang. Jangan sampai ada upaya yang memperkeruh suasana atau menimbulkan konflik horizontal," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Semua pihak diminta untuk menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian dan TNI sebelum mengambil kesimpulan.

"Kita semua berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Aparat harus terus meningkatkan koordinasi dan strategi dalam menjalankan tugas penegakan hukum agar tidak ada lagi korban jiwa di masa mendatang," tutup Budiman. (*)