Astindo: H-7 Lebaran Permintaan Paket Wisata ke Lampung Belum Ada Peningkatan
Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Lampung, Adi Susanto. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menyambut libur Lebaran 2025 yang cukup
panjang, sektor pariwisata di Lampung dihadapkan pada kenyataan yang agak
berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun banyak yang optimis akan
adanya lonjakan jumlah wisatawan, kenyataannya hingga kini permintaan untuk
wisata di Lampung masih relatif sepi.
Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Lampung, Adi Susanto,
mengungkapkan optimisme tersebut, namun ia juga menekankan pentingnya sikap
realistis dalam memandang situasi yang ada.
“Optimis boleh saja, namun harus realistis di lapangan,” ujarnya. Rabu
(26/3/2025).
Menurut Adi, meskipun sebelumnya sektor wisata Lampung selalu mengalami
lonjakan permintaan saat mendekati H-7 Lebaran, kali ini kondisi tersebut belum
tampak.
"Biasanya H-7 kami sudah kebanjiran order dan permintaan paket wisata
ke Lampung. Tapi sampai saat ini, belum ada penampakan. Objek-objek wisata juga
belum menunjukkan adanya kenaikan jumlah pengunjung," kata Adi.
Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa paket wisata yang ditawarkan di Lampung
sudah tersedia, mulai dari paket liburan dua hari tiga malam hingga lima hari
empat malam.
Paket-paket tersebut termasuk destinasi wisata pantai dan pulau Pahawang
yang memang cukup terkenal di kalangan wisatawan. Meskipun demikian, lonjakan
wisatawan yang diharapkan belum terlihat.
Salah satu faktor yang perlu dicatat, menurut Adi, adalah fenomena mudik
Lebaran yang sering kali disalahartikan sebagai lonjakan wisatawan.
"Setiap tahun memang ada banyak orang yang mudik saat Lebaran, tetapi
mudik dan wisata itu dua hal yang berbeda. Tidak semua orang yang mudik
berencana untuk berwisata," jelasnya.
Oleh karena itu, meskipun ada pergerakan orang yang cukup besar pada periode
Lebaran, itu belum tentu berimbas pada peningkatan sektor pariwisata.
Biasanya kata Adi, sekitar seminggu sebelum Lebaran, permintaan paket
wisata akan mulai meningkat, tetapi pada tahun ini, situasi tersebut belum
terlihat.
Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk
ketidakpastian ekonomi dan kebijakan perjalanan yang mungkin mempengaruhi
rencana perjalanan masyarakat.
Namun demikian, Adi tetap berharap agar sektor pariwisata Lampung bisa
mendapatkan keuntungan dari lonjakan pengunjung setelah libur Lebaran, meskipun
saat ini situasi masih belum menunjukan tren positif.
Ia juga berharap ada peningkatan promosi dan kerja sama antara pemerintah
daerah, pelaku usaha pariwisata, dan asosiasi terkait agar sektor wisata
Lampung dapat berkembang dengan lebih baik ke depan.
"Paket-paket wisata di Lampung kita sudah ada. Dari paket liburan 2
hari 3 malam sampai 5 hari 4 malam sudah including destinasi wisata pantai dan
pulau Pahawang, " tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Presiden Alokasikan Rp 2 Triliun untuk Konservasi Way Kambas Lampung
Rabu, 04 Februari 2026 -
Pengamat Nilai Keringanan Pajak Kendaraan Strategi Tingkatkan Kepatuhan dan PAD Lampung
Rabu, 04 Februari 2026 -
BRT ITERA Jadi Proyek Percontohan Transportasi Publik Modern di Lampung
Rabu, 04 Februari 2026 -
Polda Lampung Ungkap Kasus Biro Umrah Ilegal di Lamteng, 10 Jamaah Rugi Rp 299 Juta
Rabu, 04 Februari 2026









