• Rabu, 04 Februari 2026

Astindo: H-7 Lebaran Permintaan Paket Wisata ke Lampung Belum Ada Peningkatan

Rabu, 26 Maret 2025 - 13.46 WIB
115

Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Lampung, Adi Susanto. Foto: Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menyambut libur Lebaran 2025 yang cukup panjang, sektor pariwisata di Lampung dihadapkan pada kenyataan yang agak berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun banyak yang optimis akan adanya lonjakan jumlah wisatawan, kenyataannya hingga kini permintaan untuk wisata di Lampung masih relatif sepi.

Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Lampung, Adi Susanto, mengungkapkan optimisme tersebut, namun ia juga menekankan pentingnya sikap realistis dalam memandang situasi yang ada.

“Optimis boleh saja, namun harus realistis di lapangan,” ujarnya. Rabu (26/3/2025).

Menurut Adi, meskipun sebelumnya sektor wisata Lampung selalu mengalami lonjakan permintaan saat mendekati H-7 Lebaran, kali ini kondisi tersebut belum tampak.

"Biasanya H-7 kami sudah kebanjiran order dan permintaan paket wisata ke Lampung. Tapi sampai saat ini, belum ada penampakan. Objek-objek wisata juga belum menunjukkan adanya kenaikan jumlah pengunjung," kata Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa paket wisata yang ditawarkan di Lampung sudah tersedia, mulai dari paket liburan dua hari tiga malam hingga lima hari empat malam.

Paket-paket tersebut termasuk destinasi wisata pantai dan pulau Pahawang yang memang cukup terkenal di kalangan wisatawan. Meskipun demikian, lonjakan wisatawan yang diharapkan belum terlihat.

Salah satu faktor yang perlu dicatat, menurut Adi, adalah fenomena mudik Lebaran yang sering kali disalahartikan sebagai lonjakan wisatawan.

"Setiap tahun memang ada banyak orang yang mudik saat Lebaran, tetapi mudik dan wisata itu dua hal yang berbeda. Tidak semua orang yang mudik berencana untuk berwisata," jelasnya.

Oleh karena itu, meskipun ada pergerakan orang yang cukup besar pada periode Lebaran, itu belum tentu berimbas pada peningkatan sektor pariwisata.

Biasanya kata Adi, sekitar seminggu sebelum Lebaran, permintaan paket wisata akan mulai meningkat, tetapi pada tahun ini, situasi tersebut belum terlihat.

Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi dan kebijakan perjalanan yang mungkin mempengaruhi rencana perjalanan masyarakat.

Namun demikian, Adi tetap berharap agar sektor pariwisata Lampung bisa mendapatkan keuntungan dari lonjakan pengunjung setelah libur Lebaran, meskipun saat ini situasi masih belum menunjukan tren positif.

Ia juga berharap ada peningkatan promosi dan kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan asosiasi terkait agar sektor wisata Lampung dapat berkembang dengan lebih baik ke depan.

"Paket-paket wisata di Lampung kita sudah ada. Dari paket liburan 2 hari 3 malam sampai 5 hari 4 malam sudah including destinasi wisata pantai dan pulau Pahawang, " tandasnya. (*)