• Sabtu, 30 Agustus 2025

Cerita Pilu Warga Keputran Pringsewu Rumah Dibakar Anak Alami Gangguan Jiwa

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13.44 WIB
50

Kasiran saat menerima bantuan dari warga. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pringsewu -  Tragedi yang dialami Kasiran (65) warga Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu cukup menyita perhatian publik. Rumah yang dia tempati bersama keluarga selama ini, kini hanya tinggal puing puing.

Rumah Kasiran mengalami kebakaran Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 07.30 WIB. Ironisnya kebakaran dipicu oleh ulah anak kandungnya yang mengalami gangguan mental. Atas kejadian ini Kasiran mengaku pasrah meskipun sempat mengalami shock.

"Saat kejadian saya sedang membersihkan pekarangan belakang rumah. Saya kaget dikasih tau tetangga kalau rumah kebakaran," kata Kasiran, Sabtu (30/8/2025).

Menurut Kasiran anaknya berinisal S (35) sudah lama menjalani pengobatan untuk gangguan kejiwaan. Namun sejak beberapa bulan terakhir, anaknya tidak lagi mengonsumsi obat secara rutin sehingga kondisinya kerap kambuh.

Salah satu warga sekitar menuturkan saat terjadi kebakaran, anak Kasiran berada didalam rumah dengan kondisi pintu dan jendela terkunci dari dalam.

"Kami sempat panik, dan atas arahan kepala pekon (desa), warga membobol jendela dan membujuk S supaya keluar, untungnya sebelum api membesar S loncat dari dalam lewat jendela," ungkapnya.

Ia mengatakan saat ini S sedang menjalani perawatan di RSJ Provinsi Lampung yang di fasilitasi oleh pemerintah daerah setempat.

"Mbah Kasiran sempat ditangani pihak Puskesmas karena shock sedangkan anaknya dibawa ke RSJ," imbuhnya.

Pasca kejadian tersebut, selain Pemerintah Daerah berbagai kalangan menunjukkan rasa simpati dan bantuan untuk meringankan beban korban tidak terkecuali warga sekitar bergotong royong untuk mendirikan kembali bangunan rumah Kasiran.

Sagang Nainggolan salah satu warga yang peduli terlihat mengunjungi Kasiran Sabtu (30/8/2025) pagi. Ia menyerahkan bantuan berupa pakaian, handuk, selimut, peralatan dapur serta makanan ringan.

"Ini sebagai bentuk rasa peduli kepada warga yang sedang mendapat musibah, nilainya memang tidak seberapa semoga bisa meringankan beban korban," singkat Sagang. (*)