PKKMB Teknokrat, Stafsus Wapres Achmad Adhitya Tekankan Pentingnya Kuasai AI
Kupastuntas.co, Bandar Lampung– Staf Khusus Wakil Presiden, Achmad Adhitya, mendorong mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia agar akrab dan menguasai teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, AI akan menjadi bagian tak terpisahkan dari pelayanan publik di masa depan.
“AI akan masuk ke berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan sosial. Mahasiswa Teknokrat harus menyiapkan diri sejak dini,” ujar Adhitya saat menjadi narasumber seminar PKKMB Universitas Teknokrat Indonesia di Gelanggang Mahasiswa Dr HM Nasrullah Yusuf, Kamis (18/9).
Alumnus Universitas Leiden Belanda itu mencontohkan penerapan AI di salah satu rumah sakit di China yang sudah menggunakan hologram untuk menerima keluhan pasien, menganalisis penyakit, hingga memberikan resep obat. Pemerintah, kata dia, bahkan menargetkan pembangunan 20 rumah sakit berbasis AI pada era Presiden Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.
Selain itu, Adhitya juga mengapresiasi pengembangan AI di kampus Universitas Indonesia (UI) yang membantu tunanetra melalui perangkat cerdas untuk navigasi jalan.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, pemerintah tengah menyiapkan tiga program strategis: Sekolah Garuda, bagi siswa yang diproyeksikan kuliah di luar negeri; Sekolah Rakyat, berbasis asrama untuk masyarakat prasejahtera; serta Interactive Flat Panel, teknologi yang memungkinkan perkuliahan lintas kampus secara real time.
“Dengan program-program ini, kita ingin penguasaan teknologi, termasuk AI, bisa dirasakan sejak dini dan merata di seluruh Indonesia,” tegasnya. (**)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Peringkat 1 Kampus Swasta Terbaik di Lampung
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Bocah 9 Tahun di Bandar Lampung Tewas Tenggelam di Sungai
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Antisipasi Megathrust dan Ancaman Disintegrasi, Pemuda Katolik Digembleng di SPN Polda Lampung
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Bangun Pabrik Rokok di Lampung Timur, HS Target Serap 3.000 Pekerja Termasuk Penyandang Disabilitas
Sabtu, 17 Januari 2026









