Nasi Keras hingga Sayur Basi, Warga Minta Program MBG Jadi Bantuan Tunai
Ilustrasi
Kupastuntas.co,
Bandar Lampung - Sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG)
di Kota Bandar Lampung menyampaikan usulan agar program tersebut dialihkan
menjadi uang tunai.
Alasannya,
banyak menu makanan yang diberikan sering tidak sesuai selera anak, bahkan
sebagian menjadi terbuang.
Atika (29),
warga Sepang Jaya, menuturkan bahwa menu MBG setiap harinya berganti dan
bervariasi seperti nasi kuning, nasi ayam kecap, mie ayam, telur, susu, hingga
biskuit.
Namun,
menurutnya, makanan kerap basi terutama pada bagian lauk dan juga sayur
sehingga sering terbuang.
"Anak
saya masih balita usia 1,5 tahun, sering kali nasi yang diterima keras sehingga
tidak dimakan. Kalau diganti uang tunai lebih baik, karena bisa disesuaikan
dengan selera anak. Menurut saya, Rp10 ribu sudah cukup untuk sekali makan,"
ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (22/9/2025).
Pendapat
serupa disampaikan Okta Indri (35), warga Perumnas Way Halim, yang anaknya
duduk di bangku kelas 1 SD Negeri. Ia menilai pemberian uang tunai lebih
efektif dibandingkan makanan siap saji.
"Kalau
uang tunai lebih tepat, karena kita sebagai orang tua tahu apa yang disukai
anak. Selama ini menu MBG sering hanya dibungkus untuk dibawa pulang, tapi
tidak dimakan oleh anak," kata Okta.
Ia juga
merasa khawatir setelah banyak anak-anak yang mengalami keracunan usai
mengkonsumsi MBG di sekolahnya.
"Khwatir
juga kalau ada info soal keracunan usai mengkonsumsi MBG. Kalau di ganti uang
sepertinya akan lebih efektif," kata dia.
Sebelumnya,
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, mengusulkan agar
MBG diberikan tunai kepada orang tua siswa.
Dia
menyoroti standard operating procedure (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) yang dinilai kurang baik serta membuat banyaknya kasus keracunan
terjadi.
Dia
curiga kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah akibat tidak
dijalankannya SOP dari BGN dengan baik oleh SPPG.
Charles
menyampaikan rata-rata persiapan bahan baku menu MBG dilakukan di pukul 23.00
atau malam sebelum distribusi.
Makanan,
katanya, dimasak pukul 04.00 dan dibungkus pukul 07.00, sementara baru
dihidangkan sekitar pukul 11.00-12.00 WIB. Risiko makanan terkontaminasi bakteri
jadi sangat tinggi. (*)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Peringati Isra Mi’raj Perdana di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru Lampung
Jumat, 16 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Siapkan Pergub Larangan Penjualan Ayam Hidup ke Luar Daerah
Jumat, 16 Januari 2026 -
Langgar Etik, BK DPRD Bandar Lampung Jatuhkan Sanksi kepada Heti Friskatati
Kamis, 15 Januari 2026 -
Agus Djumadi: Wacana Perumahan ASN Bebas Banjir Belum Dibahas dalam APBD 2026
Kamis, 15 Januari 2026









