Universitas Teknokrat Indonesia Kembangkan Teknologi Pedestrian Berbasis IoT untuk Kemandirian Tunanetra
Universitas Teknokrat Indonesia Kembangkan Teknologi Pedestrian Berbasis IoT untuk Kemandirian Tunanetra. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Universitas Teknokrat Indonesia kembali menorehkan terobosan penting melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan teknologi pedestrian berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk mendukung kemandirian penyandang tunanetra.
Program ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengusul Felly Misdalena, S.T., M.T. bersama anggota Fera Lestari, S.T., M.T., Fika Trisnawati, S.T., M.T., dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, serta bekerja sama dengan Persatuan Tunanetra Ahli Pijat Indonesia (PERTAPI).
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., memberikan apresiasi atas inovasi ini. Menurutnya, teknologi ramah disabilitas menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
"Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat luas, khususnya penyandang disabilitas,” ujar Mahathir.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah tongkat pintar berbasis IoT yang dilengkapi sensor ultrasonik, GPS, dan mikrokontroler ESP32, serta terhubung dengan aplikasi Android.
Tongkat ini mampu mendeteksi rintangan, memberikan instruksi suara, sekaligus memungkinkan keluarga memantau posisi pengguna secara real-time.
Hasil uji coba pada 15 anggota PERTAPI menunjukkan peningkatan signifikan: tingkat kesalahan arah turun dari 68% menjadi 28%, dan kecepatan berjalan meningkat 75%.
Selain tongkat pintar, tim juga memperkenalkan jalur pedestrian dengan cat kuning khusus sebagai alternatif lebih murah dan praktis dibanding guiding block.
Tongkat pintar dilengkapi sensor warna sehingga mampu mendeteksi jalur tersebut, memberikan getaran lembut atau instruksi suara bagi pengguna agar tetap berada di jalur aman.
Tidak hanya itu, tim juga membantu PERTAPI melakukan digitalisasi data anggota melalui aplikasi berbasis web, yang membuat pengelolaan data lebih cepat, akurat, dan transparan.
Program ini merupakan bagian dari Hibah DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025.
Dengan adanya inovasi ini, penyandang tunanetra diharapkan dapat lebih mandiri, sementara keluarga merasa lebih tenang karena adanya sistem pelacakan real-time.
"Visi kami adalah menghadirkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mudah diimplementasikan di berbagai daerah,” jelas Felly Misdalena, ketua tim pengabdian.
Inovasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 10, yaitu pengurangan kesenjangan sosial, sekaligus mendorong terciptanya kota yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. (*)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Peringati Isra Mi’raj Perdana di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru Lampung
Jumat, 16 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Siapkan Pergub Larangan Penjualan Ayam Hidup ke Luar Daerah
Jumat, 16 Januari 2026 -
Langgar Etik, BK DPRD Bandar Lampung Jatuhkan Sanksi kepada Heti Friskatati
Kamis, 15 Januari 2026 -
Agus Djumadi: Wacana Perumahan ASN Bebas Banjir Belum Dibahas dalam APBD 2026
Kamis, 15 Januari 2026









