Kearifan Lokal Ronda Malam Bangkit Lagi di Kota Metro
Walikota Metro H. Bambang Iman Santoso dan Wakilnya, Dr. M. Rafieq Adi Pradana didampingi Kasat Pol PP Kota Metro usai memberikan arahan kepada ratusan anggota Satlinmas. Foto: Arby/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Pemerintah Kota Metro menggagas kembali tradisi ronda malam sebagai upaya membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat. Langkah ini dipandang sebagai cara efektif untuk menciptakan kota yang aman sekaligus mempererat solidaritas sosial.
Walikota Metro, H. Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian atau Satpol PP. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif melalui gerakan sederhana namun bermakna, yakni ronda malam.
"Ronda malam harus dihidupkan kembali. Ini bagian dari kearifan lokal yang sudah terbukti mampu menjaga keamanan lingkungan sekaligus menumbuhkan kebersamaan warga,” ujar Bambang, saat memberikan arahan kepada ratusan anggota Satlinmas di halaman Pemkot Metro, Rabu (1/10/2025).
Bambang menjelaskan, Kota Metro memiliki 220 personel Satlinmas yang tersebar di lima kecamatan dan 22 kelurahan. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak dalam mengorganisir ronda malam bersama RT dan RW.
"Satlinmas tidak boleh hanya nama, tapi harus menjadi penggerak masyarakat. Setiap kelurahan memiliki 10 personel, dan mereka harus benar-benar bekerja sama dengan warga untuk memastikan keamanan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar mencegah kriminalitas, Bambang menilai ronda malam juga memperkuat rasa kebersamaan.
"Kebersamaan akan melahirkan kepedulian, dan kepedulian menciptakan rasa aman. Metro harus bebas dari wilayah yang rawan, karena kita ingin kota ini nyaman untuk semua,” tegasnya.
Ia juga meminta camat dan lurah aktif mengawal instruksi tersebut. "Keamanan berbasis warga hanya akan berhasil jika pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan ikut mendorong masyarakat untuk membudayakan ronda malam,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Metro, Jose Sarmento, menegaskan bahwa Satlinmas akan menjadi garda terdepan di tingkat kelurahan. Ia menyebut pihaknya sudah menyiapkan pola ronda terjadwal serta sistem pengawasan berlapis.
"Satlinmas bukan hanya penjaga malam, tapi juga intelijen sosial yang melaporkan cepat jika ada potensi gangguan kamtibmas. Dengan begitu, aparat bisa segera bergerak sebelum masalah membesar,” ungkap Jose.
Pemkot Metro berharap ronda malam kembali menjadi tradisi positif yang bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mempererat solidaritas antarwarga di tengah dinamika kota yang terus berkembang. (*)
Berita Lainnya
-
Usulan Pembangunan Hilang, Warga Banjarsari Ancam Demo Pemkot Metro
Kamis, 15 Januari 2026 -
DPRD Desak Pemkot Tepati Janji, Pembangunan Kantor Kelurahan Banjarsari Diminta Jadi Prioritas 2026
Kamis, 15 Januari 2026 -
Satpol PP Metro Bakal Surati Provider Internet Pasang Banner Promosi di Pohon
Kamis, 15 Januari 2026 -
Aspirasi Relawan BPBD Langsung Dijawab Wali Kota di Musrenbang Yosodadi
Selasa, 13 Januari 2026









